Selasa, 20 Oktober 2026
20:29 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Hilful Fudhul

Bagikan:

Hilful Fudhul, juga dieja Hilf al-Fudul, (bahasa Arab:حلف الفضول) adalah sebuah persekutuan para pemuka di Mekah, termasuk Muhammad muda, yang terjadi pada abad ke-7 sebelum masa kenabian. Persekutuan ini diadakan untuk menjaga ketertiban dan keadilan dalam perdagangan, yang menjadi urat nadi kehidupan penduduk Mekah. Hilf al-Fudul dapat diterjemahkan sebagai Persekutuan Para Pemuka Mekah.[1]

Latar Belakang Sejarah

Sebelum adanya Hilf al-Fudul, suku Quraish kerap terlibat dalam konflik berkepanjangan. Banyak dari para pemuka Quraisy yang telah melakukan perjalanan ke luar wilayah Arab, seperti Suriah dan Etiopian, dan di sana mereka melihat iklim yang relatif lebih aman dan tenang dibandingkan dengan di Jazirah Arabia.[2]

Pasca Perang Fijar, kaum Quraisy menyadari bahwa jatuhnya prestise Mekkah disebabkan ketidakmampuan mereka untuk menyelesaikan perselisihan dan terbentuknya banyak fraksi.

Kasus Pedagang Yaman

Dikisahkan ada seorang pedagan Yaman dari wilayah Zabid telah melakukan transaksi jual beli dengan seorang terpandang dari klan Sahm. Namun orang Sahm tersebut menolak untuk membayar harga yang telah disepakati. Hal ini dia lakukan karena tahu bahwa si pedagang tidak memiliki ikatan dan pelindung dari suku-suku Arab di Mekah, sehingga tidak akan ada yang membelanya. Tapi pedagang Yaman itu tidak kehilangan akal. Dia kemudian meminta keadilan kepada para pemuka Qurays.[2]

Formasi

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, sebuah pertemuan diadakan di rumah Abdullah bin Jud'an.[3] Pada pertemuan tersebut, beberapa kepala suku dan anggota suku bersepakat untuk:[4]

  • menghormati prinsip-prinsip keadilan, dan
  • secara kolektif ikut serta dalam menegakan keadilan dalam berbagai konflik yang terjadi.

Untuk menghormati kesepakatan yang dibuat, mereka kemudian pergi ke kabah dan menuangkan air ke atas hajar aswad, lalu setiap orang diberi kesempatan untuk minum air tersebut sebagai tanda kesetiaan akan kesepakatan yang telah dibuat. Kemudian mereka mengangkat tangan kanan mereka di atas kepala mereka untuk menunjukkan mereka akan bersama-sama menegakkan kesepakatan ini.[2] Isi perjanjian ditulis dan ditempatkan di dalam kabah, tempat yang dipercaya ada di bawah perlindungan Allah.[5]

Di antara anggota suku yang menyetujui kesepakatan ini adalah Muhammad.[4] Abu Bakar juga dikisahkan telah setuju untuk kesepakatan ini,[4] mengingat rumah Abdullah bin Jud'an yang digunakan sebagai tempat pertemuan, berasal dari suku yang sama dengan Abu Bakar.[6] Suku-suku yang ikut serta dalam persekutuan ini diantaranya Bani Hashim, Bani Zuhra dan Bani Taym; sedangkan Bani Nawfal dan Bani Umayah tidak ikut serta.[1]

Persekutuan yang dikenal sebagai Hilf al-Fudul ini menandai tegaknya keadilan di Mekkah, khususnya dalam masalah perniagaan. Nilai-nilai dalam kesepakatan ini kemudian diterapkan oleh Muhammad ketika mulai menyebarkan Islam.[7] Aspek Lain dari adanya Hilf al-Fudul adalah terbukanya perdagangan di Mekah untuk para pedangang dari luar, termasuk para pedagang dari Yaman.[8]

Warisan

Husain ibn Ali pernah mengancam Medinah gubernur, karena dianggap tidak berlaku adil. Husain mengancam akan membawa kasusnya ke anggota Hilf al-Fudul.[9]

Anas bin Malik melihat perjanjian sebagai contoh libertarianisme dalam Islam,[10][bukan di catatan yang diberikan] dan Anthony Sullivan melihat hal ini sebagai bukti demokrasi dalam Islam.[11]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Ibrahim, Mahmood (Aug., 1982).
  2. 1 2 3 Lings, Martin (1983).
  3. ↑ Najeebabadi, Akbar Shah.
  4. 1 2 3 Ramadan, Tariq (2007).
  5. ↑ Chelhod, Joseph (Nov., 1991).
  6. ↑ Khalifa Abu Bakr.
  7. ↑ Peterson (2006), p. 43
  8. ↑ Watt, W. M. Muhammad: Prophet and Statesman.
  9. ↑ By M Th Houtsma.
  10. ↑ Malik, Anas.
  11. ↑ Sullivan, Antony T. Islam, America, and the political economy of liberty Diarsipkan 2016-06-17 di Wayback Machine
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan