Selasa, 03 November 2026
22:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Higashi Hongan-ji

Higashi Hongan-ji

Bagikan:
Higashi Hongan-ji
東本願寺
Kuil Timur Sumpah Utama
Higashi Hongan-ji
Agama
AfiliasiBuddha (Jōdo Shinshū, Ōtani-ha)
DewaAmida
StatusKuil kepala
Lokasi
osm-intl,13,34.991016666667,135.75845555556,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Higashi_Hongan-ji&revid=29341678&groups=_4416fd489abf89fb7b3e6b0a2dd743bc23350f4e&parser=parsoid
Peta interaktif Higashi Hongan-ji
東本願寺
Lokasi754 Tokiwa-machi, utara Jalan Karasuma dan Shichijō, Shimogyō-ku, Kyoto, Prefektur Kyoto
NegaraJepang
Koordinat34°59′27.66″N 135°45′30.44″E / 34.9910167°N 135.7584556°E / 34.9910167; 135.7584556
Situs web
Ōtani-ha (Higashi Honganji)

Higashi Hongan-ji (東本願寺, Wihara Timur Sumpah Utama), adalah sebuah kuil Buddha di Shimogyō-ku, Kyoto, Jepang. Kuil ini merupakan pusat salah satu dari dua sub-sekte Jōdo Shinshū yang dominan di Jepang dan luar negeri, selain Nishi Hongan-ji ("Kuil Barat Sumpah Utama"). Ia juga merupakan kuil utama cabang Ōtani-ha dari Jōdo Shinshū di Kyoto, yang terakhir dibangun pada tahun 1895 setelah serangkaian kebakaran menghancurkan kuil-kuil sebelumnya.[1][2] Seperti banyak situs di Kyoto, kedua kompleks ini memiliki nama yang lebih kasual dan dikenal di Kyoto sebagai Onissan (お西さん, Tuan Barat yang Terhormat) dan Ohigashisan (お東さん, Tuan Timur yang Terhormat).

Sejarah

Higashi Honganji didirikan pada tahun 1602 oleh shogun Tokugawa Ieyasu ketika ia membagi sekte tersebut menjadi dua (Higashi dan Nishi) untuk mengurangi pengaruhnya.[1] Kuil ini pertama kali dibangun di lokasinya saat ini pada tahun 1658.[2]

Kompleks kuil ini memiliki sebuah makam yang berisi abu jenazah Shinran, sang pendiri Jōdō Shinshū. Makam tersebut awalnya dibangun pada tahun 1272 dan sempat dipindahkan beberapa kali sebelum ditempatkan di lokasinya sekarang pada tahun 1670.[3]

Di tengah kuil terdapat Goei-dō, tempat patung Shinran disimpan. Aula ini merupakan salah satu struktur kayu terbesar di dunia dengan panjang 76 meter (249 ft), lebar 58 meter (190 ft), dan tinggi 38 meter (125 ft). Aula yang ada saat ini dibangun pada tahun 1895.[4]

Aula Amida, di sebelah kiri Goei-dō, berisi rupang Buddha Amitābha dan arca Pangeran Shōtoku, sosok yang memperkenalkan agama Buddha ke Jepang. Aula ini didekorasi dengan indah menggunakan daun emas dan seni dari era Meiji. Aula yang ada saat ini dibina pada tahun 1895.[5]

Berbagai bagian Higashi Honganji, termasuk Goei-dō dan Aula Amida, terbakar empat kali di era Edo. Bantuan keuangan sering diberikan kepada Higashi Honganji oleh Keshogunan Tokugawa untuk pembangunannya kembali. Kebakaran Besar Tenmei di Kyoto menghanguskan banyak bangunan kuil pada tahun 1788, dan kuil tersebut dibangun kembali pada tahun 1797. Kebakaran yang tidak disengaja menghancurkan banyak bangunan kuil pada tahun 1823, dan bangunan-bangunan tersebut didirikan kembali pada tahun 1835. Setelah terbakar sekali lagi pada tahun 1858, aula-aula yang telah habis dilalap api dibangun kembali sebagai aula sementara untuk menyambut Upacara Peringatan 600 Tahun Shinran pada tahun 1861. Namun, aula-aula sementara ini terbakar dalam kebakaran yang melanda seluruh kota yang disebabkan oleh insiden Kinmon pada tanggal 19 Juli 1864. Kuil tersebut akhirnya mulai dibangun kembali pada tahun 1879 setelah runtuhnya Keshogunan Tokugawa dan setelah konflik yang dipicu restorasi Meiji 1868 mereda. Goei-dō dan Aula Amida rampung pada tahun 1895, dan bangunan-bangunan lain dipugar pada tahun 1911. Bangunan-bangunan ini membentuk kuil yang bisa dilihat saat ini.[2]

Selama abad kedua puluh, Higashi Honganji dirundung perselisihan politik, skandal keuangan, dan perselisihan keluarga, dan kemudian terpecah menjadi beberapa subdivisi lebih lanjut (lihat skisma Ohigashi). Pecahan Higashi Honganji yang terbesar, Otani-ha, memiliki sekitar 5,5 juta anggota, menurut statistik.[1] Namun, dalam iklim ketidakstabilan ini, Higashi Honganji juga menghasilkan sejumlah besar pemikir yang sangat berpengaruh, seperti Soga Ryojin, Kiyozawa Manshi, Kaneko Daiei dan Haya Akegarasu, dan lainnya.

  • Goei-do Mon, dibangun pada 1911, lebarnya 31 meter (102 ft) dan tingginya 27 meter (89 ft); 59.387 keramik atap
    Goei-do Mon, dibangun pada 1911, lebarnya 31 meter (102 ft) dan tingginya 27 meter (89 ft); 59.387 keramik atap [6]
  • Goei-dō (kaisando)
    Goei-dō (kaisando)
  • Aula Amida
    Aula Amida

Referensi

  1. 1 2 3 Popular Buddhism In Japan: Shin Buddhist Religion & Culture by Esben Andreasen, pp. 11, 38-39, 101 / University of Hawaii Press 1998, ISBN0-8248-2028-2
  2. 1 2 3 "About Higashi Honganji". Higashi Honganji Shinsu Otani-ha.
  3. ↑ "Otani Mausoleum". Higashi Honganji Shinsu Otani-ha. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Oktober 2016.
  4. ↑ "Founder's Hall (Goei-do)". Higashi Honganji Shinsu Otani-ha. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Desember 2010.
  5. ↑ "Amida Hall". Higashi Honganji Shinsu Otani-ha. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Oktober 2011.
  6. ↑ "Founder's Hall Gate". Higashi Honganji Shinsu Otani-ha. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Oktober 2011.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan