Selasa, 27 Oktober 2026
04:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Hidrokoleretik

Bagikan:

Hidrokoleretik adalah zat yang meningkatkan volume sekresi empedu dari hati tanpa meningkatkan jumlah padatan yang disekresikan.[1] Beberapa zat dapat mengakibatkan penurunan produksi padatan, mungkin karena efek sirkulasi.[2]

Siklobutirol adalah senyawa yang umum digunakan sebagai hidrokoleretik. Efeknya pada tikus meliputi peningkatan aliran empedu; keluaran natrium, kalium, klorida, dan bikarbonat yang bergantung pada dosis; serta penurunan konsentrasi asam empedu.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Textbook of Biochemistry and Human Biology, by G. P. Talwar, Talwar & Srivastava (eds.), L. M. Srivastava, p.610.
  2. ↑ Brauer, R. W.; Pessotti, R. L. (1952). "The Effect of Choleretic and of Hydrocholeretic Agents on Bile Flow and Bile Solids in the Isolated Perfused Liver". Science. 115 (2980): 142–143. Bibcode:1952Sci...115..142B. doi:10.1126/science.115.2980.142. PMID 14913193.
  3. ↑ Monte, MJ (1990). "Choleretic mechanism and effects of cyclobutyrol in the rat: dose-response relationship". Biomedica Biochimica Acta. 49 (1): 83–90. PMID 2360911.
Ikon rintisan

Artikel bertopik farmakologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan