Jumat, 23 Oktober 2026
08:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Hewan jinak

Hewan jinak

hewan yang telah menoleransi dan terbiasa hidup bersama manusia

Bagikan:
250px-20120623_Sqwiki_the_Squirrel_at_Wiknic.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di taman publik, beberapa hewan liar, seperti tupai abu-abu timur ini, telah cukup jinak sehingga kehilangan rasa takut alaminya kepada manusia.

Hewan jinak adalah hewan yang relatif toleran dengan keberadaan manusia. Kejinakan dapat muncul secara alami (misalnya pada kasus kejinakan pulau) atau karena proses pelatihan hewan yang disengaja dan diarahkan oleh manusia sehingga hewan tersebut melawan naluri awalnya yang liar atau alami untuk menghindari atau menyerang manusia. Tingkat kejinakan hewan merupakan tingkat kemudahan yang dibutuhkan manusia untuk melatih hewan tersebut. Hal ini bervariasi di antara individu hewan, ras, atau spesies.[1]

Hewan jinak sering disamakan dengan hewan domestik. Namun, kedua istilah tersebut mengacu pada dua konsep yang berbeda.[2] Sebagai contoh, sejumlah satwa liar, misalnya gajah yang terlatih, bukanlah hewan domestik meskipun mereka bersifat jinak kepada manusia. Di sisi lain, hewan feral merupakan hewan domestik yang tidak jinak. Penjinakan juga berbeda dengan pelatihan hewan, meskipun dalam beberapa konteks istilah ini dapat saling menggantikan. Penjinakan menyiratkan bahwa hewan jinak tidak hanya menolerir berada dekat dengan manusia, tetapi juga dapat disentuh oleh manusia.[3][4] Namun, dalam definisi umum, label "jinak" digunakan pada hewan yang tidak mengancam atau melukai manusia yang tidak menyakiti atau mengancam mereka.

Referensi

  1. ↑ Price, Edward O. (2008). Principles and applications of domestic animal behavior: an introductory text. ISBN 978-1-78064-055-6. OCLC 1376460488.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Hemmer, Helmut (1990). Domestication : the decline of environmental appreciation (Edisi 2). Cambridge [England]: Cambridge University Press. ISBN 0-521-34178-7. OCLC 19814423.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Geist, Valerius (2011). "Wildlife habituation: advances in understanding and management application". Human-Wildlife Interactions. 5 (1): 9–12. ISSN 2155-3858.
  4. ↑ Geist, Valerius (2011). "Response to Rogers and Mansfield (2011) and Stringham (2011)". Human-Wildlife Interactions. 5 (2): 192–196. ISSN 2155-3858.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan