Kamis, 29 Oktober 2026
19:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Hermeneutika keyakinan

Bagikan:

Hermeneutika keyakinan atau Hermeneutika iman, lawan dari hermeneutika kecurigaan, merupakan cara di mana sebuah teks dapat dibaca. Hermeneutika ini adalah cara tradisional atau dominan dalam membaca Alkitab setidaknya selama seribu lima ratus tahun pertama dalam sejarah Kristen.[1] Penggabungan kedua pendekatan interpretatif tersebut (antara hermeneutika keyakinan dan hermeneutika kecurigaan) diperlukan untuk pengetahuan yang lengkap tentang suatu objek.[2]: 64 

Hans-Georg Gadamer, dalam magnum opusnya yang berjudul Truth and Method (Wahrheit und Methode) pada tahun 1960, mungkin menawarkan survei hermeneutika yang paling sistematis di abad ke-20, judulnya mengacu pada dialognya antara klaim "kebenaran" di satu sisi dan proses "metode" di sisi lain. Singkatnya, survei tersebut membicarakan antara hermeneutika keyakinan versus hermeneutika kecurigaan. Gadamer menyarankan bahwa pada akhirnya, dalam pembacaan kita, kita harus memutuskan antara satu atau yang lain.[3]: 106–107 

Menurut Ruthellen Josselson, "(Paul) Ricœur membedakan antara dua bentuk hermeneutika: hermeneutika keyakinan, yang bertujuan untuk mengembalikan makna pada sebuah teks, dan hermeneutika kecurigaan, yang mencoba untuk memecahkan kode makna yang tersamarkan."[4]: 1–28  Rita Felski berpendapat bahwa hermeneutika keyakinan Ricœur tidak menjadi terkenal karena tampaknya meremehkan karya kritik yang mendefinisikan post-strukturalisme yang berpengaruh.[5]: 21 

Dalam esai awalnya "The Universality of the Hermeneutical Problem" dan khususnya di Wahrheit und Methode (Kebenaran dan Metode), filsuf Jerman konservatif Hans-Georg Gadamer menegaskan bahwa seseorang selalu memutuskan antara hermeneutika keyakinan (kebenaran) atau hermeneutika kecurigaan (metode) ketika terlibat dalam kegiatan pembacaan.[6]: 106 

Penggunaan istilah oleh Paus Benediktus XVI

Selama pidatonya pada 14 Oktober 2008 di Sinode Para Uskup, Paus Benediktus XVI memperingatkan:

[Di]mana hermeneutika keyakinan...lenyap, jenis hermeneutika yang lain akan muncul berdasarkan kebutuhan, yaitu hermeneutika yang sekularis, positivis, yang pondasi kuncinya adalah keyakinan bahwa sang Ilahi tidak pernah muncul dalam sejarah manusia.[7]: 43 

Dalam sejarah Kekristenan, Rasul Pauluslah yang hubungannya paling erat dengan teks-teks alkitabiah memiliki keterkaitan dengan hermeneutika iman.[8] : 334 

Referensi

  1. ↑ Jasper, D., A Short Introduction to Hermeneutics (Louisville/London: Westminster John Knox Press, 2004), terutama pada hal 9, 23 dan 66.
  2. ↑ Lindvall, T., & Melton, M., "Toward a Postmodern Animated Discourse: Bakhtin, Intertextuality and the Cartoon Carnival" (1994), di M. Furniss, ed., Animation: Art and Industry (New Barnet: John Libbey Publishing, 2012), terutama. p. 64.
  3. ↑ Jasper, D., A Short Introduction to Hermeneutics (Louisville/London: Westminster John Knox Press, 2004), pp. 106–107.
  4. ↑ Josselson, R., "The Hermeneutics of Faith and the Hermeneutics of Suspicion", in Narrative Inquiry 14 (Amsterdam: John Benjamins Publishing Company, July 2004), pp. 1–28.
  5. ↑ Lydon, J., Imperial Emotions: The Politics of Empathy across the British Empire (Cambridge: Cambridge University Press, 2020), p. 21.
  6. ↑ Jasper, A Short Introduction to Hermeneutics (Louisville/London: Westminster John Knox Press, 2004), p. 106.
  7. ↑ Hahn, S. W., Covenant and Communion: The Biblical Theology of Pope Benedict XVI (Grand Rapids: Brazos Press, 2009), p. 43.
  8. ↑ Schliesser, B., Abraham's Faith in Romans 4: Paul's Concept of Faith in Light of the History of Genesis 15:6 (Heidelberg: Mohr Siebeck, 2007), p. 334.

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan