Jumat, 30 Oktober 2026
11:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Herman I dari Swabia

Bagikan:

Herman I (mangkat 10 Desember 949) merupakan seorang Adipati Swabia pertama dari Wangsa Conradines (dari tahun 926). Ia adalah putra Gebhard, dan sepupu Raja Conrad I dari Jerman.

Ketika Adipati Burchard II meninggal di Novara ketika berkampanye di Italia, Raja Henry si Pemburu Burung memberikan gelar adipati kepada Herman. Dengan menanamkan posisi adipati di Reichstag, Worms, raja dengan jelas menunjukkan bahwa ia bukanlah bangsawan suku, sehingga ia memiliki hak untuk memilih seorang adipati. Herman menikahi Regilinda, janda Burchard.

Hanya sekali saja pada masa pemerintahannya Herman menghadapi pemberontakan dari pengikutnya sendiri, tetapi ia juga dipaksa beberapa kali untuk berkonsesi di Swiss. St. Gallen diberikan kepada perlindungan langsung raja dan adipati kehilangan manfaat dari wilayah dan pendapatan. Dengan kendalinya atas celah Alpen ke Burgundia dan Italia, ia dengan setia menangani urusan-urusan Ottonian di dalam kerajaan tersebut. Di Worms pada tahun 950, setelah kematian Herman, Otto I, Kaisar Romawi Suci menunjuk putranya Liudolf, yang pada tahun 947 atau 948, menikahi putri Herman, Ida (wafat 17 Mei 986).

Di samping sebagai seorang adipati, Herman adalah seorang Pangeran di Lahn dari tahun 939, dari tahun 948 Pangeran di Auelgau, dan dari tahun 947 biarawan di Echternach. Ia mendirikan gereja St Florin di Koblenz dan dimakamkan di Pulau Reichenau.

Didahului oleh:
Burchard II
Adipati Swabia
926–949
Diteruskan oleh:
Liudolf
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan