Selasa, 27 Oktober 2026
05:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Heo Nanseolheon

Heo Nanseolheon

Bagikan:
250px-Mukjodo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mukjodo, salah satu karya Heo Nanseolheon.

Heo Nanseolheon (허난설헌), nama asli Heo Cho-hui (허초희; 1563-1589) adalah sastrawan Dinasti Joseon.[1] Heo Nanseolheon berasal dari keluarga sastrawan di Kampung Chodang, Gangwon. Ia mempunyai adik laki-laki yang bernama Heo Gyun yang juga merupakan seorang sastrawan terkenal Joseon.[2] Pada masa itu hanya sedikit wanita yang berkesempatan belajar menulis walaupun berasal dari keluarga terpelajar. Wanita diharuskan mengurusi rumah tangga dan tak diizinkan menunjukkan kemampuan di luar rumah. Tapi berbeda dari keluarga lain, Nanseolheon dapat belajar bersama dengan saudara laki-lakinya.

Pada usia 15 tahun menikah, tetapi perkawinannya tidak bahagia karena suaminya sering mabuk-mabukan. Ibu mertuanya pun tidak menyukainya. Nanseolheon melahirkan seorang anak laki-laki dan perempuan, tetapi keduanya meninggal. Bahkan setelah itu ia keguguran. Karena kehidupannya yang menderita dan tidak bahagia, Nanseolheon menuangkan segala kesedihan dalam buku sampai menghembuskan napas terakhir. Hasil karyanya sebagian besar menuliskan tentang kegelisahan hidup yang dilambangkan dengan air.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Kun, Moon-sik (1997). "Ch'odang Village in Kangnung" (PDF). Koreana. 11. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-09-24. Diakses tanggal 2010-06-12.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan
  2. ↑ (Inggris) Notable 16th-Century Poetess, koreatimes. Diakses pada 12 Juni 2010.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan