Sabtu, 24 Oktober 2026
10:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Heo Nanseolheon

Heo Nanseolheon

Bagikan:
250px-Mukjodo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mukjodo, salah satu karya Heo Nanseolheon.

Heo Nanseolheon (허난설헌), nama asli Heo Cho-hui (허초희; 1563-1589) adalah sastrawan Dinasti Joseon.[1] Heo Nanseolheon berasal dari keluarga sastrawan di Kampung Chodang, Gangwon. Ia mempunyai adik laki-laki yang bernama Heo Gyun yang juga merupakan seorang sastrawan terkenal Joseon.[2] Pada masa itu hanya sedikit wanita yang berkesempatan belajar menulis walaupun berasal dari keluarga terpelajar. Wanita diharuskan mengurusi rumah tangga dan tak diizinkan menunjukkan kemampuan di luar rumah. Tapi berbeda dari keluarga lain, Nanseolheon dapat belajar bersama dengan saudara laki-lakinya.

Pada usia 15 tahun menikah, tetapi perkawinannya tidak bahagia karena suaminya sering mabuk-mabukan. Ibu mertuanya pun tidak menyukainya. Nanseolheon melahirkan seorang anak laki-laki dan perempuan, tetapi keduanya meninggal. Bahkan setelah itu ia keguguran. Karena kehidupannya yang menderita dan tidak bahagia, Nanseolheon menuangkan segala kesedihan dalam buku sampai menghembuskan napas terakhir. Hasil karyanya sebagian besar menuliskan tentang kegelisahan hidup yang dilambangkan dengan air.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Kun, Moon-sik (1997). "Ch'odang Village in Kangnung" (PDF). Koreana. 11. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-09-24. Diakses tanggal 2010-06-12.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan
  2. ↑ (Inggris) Notable 16th-Century Poetess, koreatimes. Diakses pada 12 Juni 2010.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan