Minggu, 01 November 2026
07:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Henry Thomas Colebrooke

Henry Thomas Colebrooke

Bagikan:
250px-HTColebrooke.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Henry Thomas Colebrooke yang dimiliki oleh The Royal Asiatic Society

Henry Thomas Colebrooke adalah seorang ahli ilmu oriental yang lahir pada tanggal 15 Juni 1765 di London dan meninggal di tempat yang sama pada bulan Maret 1837.[1][2] Dia adalah putra dari Sir George Colebrook yang pada tahun 1765 diutus menjadi kepala bagian dirketur dari The EastIndia Company. Pendidikan awalnya ia tempuh bersama dengan seorang guru pribadi.[1][2] Pada tahun 1782, ia diutus dalam sebuah kapal para penulis di The EastIndia Company dan pada tahun 1783 ia sampai di kota Madras.[1][2] Ia kemudian pergi ke Kalkuta dan bekerja sebagai kepala bagian akuntansi.[1][2] Pada tahun 1786 Ia diberi jabatan sebagai asisten pengumpul dana di Tirhoot.[1][2] Sembari demikian, ia mempelajari ilmu dan bahasa Sanskerta tetapi ketertarikannya lebih bersifat ilmiah, hal ini dipengaruhi oleh kesenangannya terhadap ilmu astronomi dan matematika yang membuatnya tertarik untuk mengkritik orang-orang Hindu mengenai ilmu-ilmu tersebut.[1][2] Pada tahun 1789 ia dipindahkan ke Purneah dan ke Nattore pada tahun 1793. Pada masa inilah dia mulai tertarik terhadap agama, filsafat dan hukum Hindu. Pada tahun 1794 ia menampilkan sebuah kajian ilmiahnya tentang keadaan sosial asia yang berjudul On the Duties of a Faithful Hindoo Widow.[1][2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Henry Thomas Colebrooke". Chest of Books. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Henry Thomas Colebrooke". Geni. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan