Jumat, 06 November 2026
02:55 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Henry Morgan

Henry Morgan

Bagikan:
250px-Morgan%2CHenry.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Henry Morgan

Henry Morgan lahir pada tanggal 24 Januari 1635 di Llanrhymney, Glamorgan (sekarang bernama Cardiff) di sebuah desa di Wales Selatan, dan meninggal pada tanggal 25 Agustus 1688 ketika berusia 53 tahun di Lawrencefield, Jamaika. Henry Morgan dikenal sebagai salah satu privateer paling terkenal abad ke-17. Henry Morgan juga dianggap sebagai bajak laut atau pelaut yang terkenal di kawasan Karibia. Namun, sebagian besar kisah hidupnya tidak banyak diketahui.[1][2]

Diperkirakan pada tahun 1655 dia menjadi anggota ekspedisi dalam upaya merebut Jamaika dari Spanyol, dengan maksud untuk mengubah wilayah tersebut menjadi koloni Inggris. Henry Morgan juga ikut berpartisipasi dalam ekspedisi melawan Kuba yang terjadi pada tahun 1662. Selain itu, dia juga ikut berperan dalam Perang Inggris-Belanda kedua yang terjadi pada tahun 1655 hingga tahun 1667.[1][3][4]

Henry Morgan telah melakukan berbagai upaya penyerangan di berbagai wilayah, tiga dari serangan Henry yang paling terkenal yaitu serangan yang terjadi pada tahun 1664 di Porto Bello, serangan pada tahun 1669 di Maracaibo (Venezuela), dan serangan di Panama City yang terjadi pada tahun 1671. Berdasarkan sejarah yang ada, diperkirakan semua serangan yang dilakukannya tersebut disertai dengan kekejaman, penyiksaan, dan kekerasan yang mengerikan.[5]

Sejarah

Pada tahun 1668, Henry Morgan menjadi komandan bajak laut. Ketika menjadi komandan bajak laut dia berhasil mengambil alih wilayah Port-au-Prince (sekarang dikenal Camagey), Kuba, serta menyerbu dan menjarah kota Portobello dengan cepat. Padahal ketika itu kota Portobelo dibentengi dengan sangat ketat, yang berada di Tanah Genting Panama. Selain itu, Henry Morgan juga berhasil menyerbu pemukiman Spanyol yang berada di sekitar Danau Maracaibo di pantai Venezuela pada tahun 1669. Kemudian pada bulan Agustus 1970, Morgan pergi untuk mengambil alih kota utama kerajaan Amerika, yaitu Panama. Pada saat itu dia membawa pasukan bajak lautnnya sekitar hampir 2.000 orang dengan menggunakan 36 kapal. Mereka melintasi Isthmus of Panama, dan akhirnya berhasil mengalahkan pasukan besar Spanyol dan memasuki kota. Kemudian mereka pergi meninggalkan kota tersebut setelah menjarah seluruh isi kota. Namun, dalam perjalanan pulang, Morgan meninggalkan pasukannya dan melarikan diri dengan membawa sebagaian besar barang rampasan.[4][6]

Referensi

  1. 1 2 Ph. D., Spanish; M. A., Spanish; B. A., Spanish. "Biography of Captain Henry Morgan, Welsh Privateer". ThoughtCo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-17.
  2. ↑ "Sir Henry Morgan". Historic UK (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-03-17.
  3. ↑ "Sir Henry Morgan | Welsh buccaneer". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-17.
  4. 1 2 "Henry Morgan - Famous Pirate - The Way of the Pirates". www.thewayofthepirates.com. Diakses tanggal 2020-03-17.
  5. ↑ "Heritage History - Products". www.heritage-history.com. Diakses tanggal 2020-03-17.
  6. ↑ "Sir Henry Morgan". Historic UK (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-03-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan