Selasa, 20 Oktober 2026
18:24 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Henri Bergson

Henri Bergson

filsuf asal Prancis

Bagikan:
Henri Bergson
250px-Henri_Bergson_%28Nobel%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Henri Bergson (c. 1927).
Lahir18 Oktober 1859
Meninggal4 Januari 1941(1941-01-04) (umur 81)
PekerjaanFilsuf
PenghargaanPenghargaan Nobel dalam Sastra (1927)
Pendidikan
Pendidikan
Filsafat
EraFilsafat kontemporer
WilayahFilsafat Barat
Vitalisme, filsafat proses
Minat utama
Metafisika, epistemologi, filsafat budi, filsafat biologi
Karya terkenal
L'Évolution créatrice (1907)
Gagasan terkenal
Élan vital, durasi (durée), intuisi vs akal, evolusi kreatif

Henri-Louis Bergson (18 Oktober 1859 – 4 Januari 1944) adalah seorang filsuf asal Prancis yang sangat berpengaruh pada awal abad ke-20. Ia dikenal karena upayanya meyakinkan orang bahwa proses intuisi dan pengalaman langsung lebih penting daripada rasionalisme abstrak dan sains untuk memahami realitas. Ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra pada tahun 1927.[1]

Pemikiran Utama

Durasi (Durée)

Bergson berpendapat bahwa waktu yang diukur oleh sains (seperti detik dan menit) hanyalah konstruksi matematis yang kaku. Realitas waktu yang sebenarnya adalah durée (durasi)—suatu aliran waktu yang berkelanjutan dan tidak terbagi-bagi yang hanya bisa dialami melalui intuisi manusia, bukan melalui jam mekanis.[2]

Élan Vital (Lonjakan Vital)

Dalam karyanya yang paling terkenal, L'Évolution créatrice (Evolusi Kreatif, 1907), Bergson memperkenalkan konsep Élan vital. Ia menolak pandangan mekanistik René Descartes yang menganggap kehidupan bisa dijelaskan hanya melalui hukum fisika-kimia. Bagi Bergson, terdapat "dorongan hidup" internal yang menggerakkan evolusi secara kreatif dan tidak terduga.[3] Konsep ini menjadikannya tokoh sentral dalam aliran Vitalisme modern.

Pengaruh

Pemikiran Bergson memberikan pengaruh besar bagi berbagai bidang, mulai dari sastra (Marcel Proust), seni, hingga psikologi. Meskipun popularitasnya sempat menurun dengan munculnya Eksistensialisme dan Strukturalisme, gagasannya tentang waktu dan biologi filosofis tetap menjadi bahan diskusi penting dalam filsafat biologi kontemporer.[2]

Karya Utama

  • Essai sur les données immédiates de la conscience (Waktu dan Kehendak Bebas, 1889)
  • Matière et mémoire (Materi dan Memori, 1896)
  • L'Évolution créatrice (Evolusi Kreatif, 1907)
  • Les Deux Sources de la morale et de la religion (Dua Sumber Moralitas dan Agama, 1932)

Referensi

  1. ↑ Gunter, P. A. Y. (2023). "Henri Bergson". Encyclopedia Britannica.
  2. 1 2 Lawlor, L., & Moulard, V. (2021). "Henri Bergson". Stanford Encyclopedia of Philosophy.
  3. ↑ Ansell-Pearson, K. (2018). Bergson: Thinking Backwards. Cambridge University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan