Jumat, 16 Oktober 2026
06:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Hendri Satrio

Hendri Satrio

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Hendri Satrio" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Agustus 2024)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Hendri Satrio" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini kemungkinan ditulis dari sudut pandang penggemar, alih-alih sudut pandang netral. Mohon rapikan untuk menghasilkan standar kualitas yang lebih tinggi dan untuk membuat pemakaian nada yang netral. (Agustus 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Unbalanced_scales.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kontributor utama artikel ini tampaknya memiliki hubungan dekat dengan subjek. Artikel ini mungkin perlu dirapikan agar mematuhi kebijakan konten Wikipedia, terutama dalam hal sudut pandang netral.
Silakan dibahas lebih lanjut di halaman pembicaraan artikel ini.
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini berkualitas rendah karena menggunakan kata-kata yang berlebihan dan hiperbolis tanpa memberikan informasi yang jelas. Silakan buang istilah-istilah yang hiperbolis tersebut. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-1_Hensat.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dr. Hendri Satrio (lahir 23 Mei 1978) atau Hensa, panggilan akrabnya, adalah seorang Analis Komunikasi Politik sekaligus founder dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia KedaiKOPI.

Hensa mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Padjadjaran dalam bidang Hubungan Masyarakat sejak 1995 hingga lulus di tahun 1999. Pada masa itu ia bersama rekan aktivis mahasiswa lainnya mendirikan Lembaga Penerbitan Pers Mahasiswa (LPPM) dengan nama “dJatinangor”. Selain mendirikan, Hensa muda juga berperan sebagai chief editor media mahasiswa tersebut.

Pada tahun 2000 Hensa kembali menuntut ilmu di bidang manajemen komunikasi sampai tahun 2002 di Universitas Indonesia dan mendapatkan gelar masternya.

Hingga di tahun 2017 pria yang sudah melanglang buana sebagai narasumber di program-program berita televisi ini memutuskan untuk kembali ke kampus guna mengambil gelar doktoralnya. Tepat di tahun 2020 Hensa menyelesaikan doktoral di bidang riset dan manajemen dari Univeristas Bina Nusantara, dan hasil disertasinya ia tuliskan ke dalam buku yang berujudul “MOMENTUM, Karier, Politik, dan Aktivitas Media Sosial”.[1]

Hendri mendefinisikan momentum politik sebagai perubahan signifikan (lonjakan atau penurunan) akibat stimulus tertentu pada satu waktu dan situasi tertentu dalam berbagai dimensi yang sangat signifikan dalam memprediksi karier politik seseorang.[2]

Hal menarik yang berhasil ditemukan oleh Hensa dari hasil disertasinya yang juga dituangkan ke dalam bukunya tersebut adalah, aktivtas media sosial bagi seorang politikus tidak berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas politikus tersebut.

Hensa juga telah menerbitkan buku kedua dengan judul "Riah-Riuh Komunikasi".[3] Buku tersebut mengulas dinamika komunikasi para pejabat publik dengan menempatkan komunikasi sebagai elemen strategis dalam tata kelola pemerintahan.

Pada 10 Juni 2026, Hensa kembali menerbitkan buku karyanya yang berjudul "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo: Komunikasi Politik, Ekonomi, dan Momentum Perubahan di Peralihan Zaman”.[4] Buku ini membedah bagaimana pemikiran ekonomi Sumitro Djojohadikusumo menemukan momentum eksekusinya dalam kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai penerjemahan strategis gagasan nasionalisme ekonomi dan kedaulatan ke dalam kebijakan nyata. Hensa menyoroti bagaimana problem ekonomi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari problem komunikasi politik, yakni bagaimana negara membangun narasi, membentuk persepsi, dan menjelaskan kebijakan kepada publik.

Karir & Organisasi

Sebelum aktif sebagai analis komunikasi politik dan konsultan politik KedaiKOPI, Hensa pernah berkarier sebagai Communication Officer di The Johns Hopkins University. Kemudian ia meneruskan kariernya bersama Sampoerna Foundation sebagai Strategic Allience Manager, serta di Carrefour Indonesia sebagai Senior Communication Manager.

Kariernya terus melejit hingga di tahun 2009 Ia menjabat sebagai Communication and Marketing Head di Bank BTPN Syariah. Hingga pada tahun 2010 hingga 2012 Hensa meneruskan karyanya sebagai Public Relations Director di Ogilvy Indonesia.

Di tengah kesibukannya, Alumni SMAN 37 Jakarta ini pun masih aktif sebagai dosen di Universitas Paramadina Jakarta.

Pada November 2024, Hensa terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKA FIKOM UNPAD untuk periode 4 tahun.[5] Kepemimpinannya di IKA FIKOM UNPAD diharapkan membawa perubahan dan manfaat nyata bagi alumni dan almamater.[6]

Program Televisi & YouTube

Sebagai analis komunikasi politik yang kerap melontarkan analisisnya terhadap situasi politik terkini, Hendri Satrio berulang kali diundang untuk menjadi narasumber di berbagai program televisi seperti pada program Q&A dan Kontroversi di Metro TV, Lanturan di Kompas TV, dan program Apa Kabar Indonesia di TV One. Bahkan dirinya mendapatkan program khusus di kanal YouTube tvOneNews, dengan nama program SATGAS KELITIK.

Selain itu Hendri Satrio acap kali muncul di beberapa kanal YouTube kenamaan tanah air seperti di kanal R66 Newlitics, Bambang Widjojanto, dan kanal YouTube lainnya.

Hensa juga memiliki 2 kanal YouTube pribadi miliknya, yakni Hendri Satrio Official dan Jangkrik Bos Ala Hensa

Referensi

"Hendri Budi Satrio". CNN Indonesia. Diakses tanggal 18 Agustus 2024.

"Hendri Satrio, Bintang Medsos". Kompas.id. Diakses tanggal 18 Agustus 2024.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan