Senin, 02 November 2026
19:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Hemofilia B

Hemofilia B

Bagikan:
250px-X-linked_recessive_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hemofilia B adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh protein pembekuan Faktor IX yang hilang atau rusak. Ia juga diturunkan dan dapat disebabkan oleh mutasi genetik spontan pada sepertiga kasus. Jenis hemofilia ini juga memengaruhi semua kelompok etnis secara merata, tetapi sekitar empat kali lebih jarang daripada hemofilia A.

Hemofilia B juga dibawa dalam kromosom X, secara resesif terkait-X, yang berarti bahwa dua kromosom X pembawa hemofilia harus diwariskan agar penyakit tersebut aktif pada wanita, tetapi hanya dalam satu kromosom X pada pria.

Wanita mewarisi dua kromosom XX, satu dari ibu dan satu lagi dari ayah (XX). Laki-laki mewarisi kromosom X dan kromosom Y dari ayah mereka (XY). Artinya seorang anak laki-laki yang mewarisi kromosom X dari ibunya yang mengidap hemofilia, maka ia akan mengidap hemofilia. Namun, karena wanita menerima dua kromosom X, hanya jika keduanya membawa gen yang rusak barulah kondisi ini bisa terjadi. 

Pada hemofilia B, pengobatan yang paling umum adalah pemberian Faktor IX pekat, yang diberikan secara intravena. Kasus hemofilia B yang parah juga akan menjalani pengobatan profilaksis, untuk mempertahankan faktor pembekuan Faktor IX.[1]

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan