Sabtu, 10 Oktober 2026
22:42 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Hemiepifit

Hemiepifit

Bagikan:
250px-Strangler_fig_kerala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon ara pencekik hemiepifit di Kerala, India
250px-Elaeocarpus_holopetalus_hemiepiphyte_Devils_Creek_Tantawangalo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zaitun hitam tumbuh sebagai hemiepifit pada pakis pohon lunak di Devil's Creek, Tantawangalo, South East Forest National Park, Australia
250px-Eucryphia_moorei_%26_Dicksonia_Monga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pinkwood tumbuh sebagai hemiepifit pada pakis pohon lunak di Taman Nasional Monga, Australia

Hemiepifit adalah tumbuhan yang menjalani sebagian siklus hidupnya sebagai epifit. Benih dari hemiepifit primer berkecambah di kanopi dan pada tahap awal hidupnya bersifat epifitik. Dari sana, mereka menurunkan akar yang perlahan tumbuh hingga mencapai tanah. Sementara itu, hemiepifit sekunder merupakan pemanjat berakar[1] yang memulai hidup sebagai sulur berakar di lantai hutan, lalu memutuskan hubungannya dengan tanah pada tahap pertumbuhan berikutnya.[2] Ketika hal ini terjadi, mereka dapat menurunkan akar panjang kembali menuju tanah.[1]

Ara pencekik merupakan contoh khas hemiepifit, ia dapat memulai hidup sebagai epifit, namun setelah akarnya mencapai tanah, tumbuhan ini melilit batang inangnya hingga akhirnya "mencekik" pohon tersebut. Proses ini biasanya menyebabkan kematian inang, baik melalui pengikatan batang maupun melalui persaingan mendapatkan cahaya.[3] Meski demikian, beberapa jenis ara pencekik juga dapat berkecambah dan tumbuh sebagai pohon mandiri tanpa bergantung pada dukungan inang.

Referensi

  1. 1 2 Mayo et al. "Araceae" in Kubitzki (1998b The families and genera of vascular plants): "The root climbers and hemiepiphytes normally grow in humid forests, often very high in the canopy. When losing connection with the forest floor, they may send down long roots to the ground; such plants may be referred to as secondary hemiepiphytes. Hemiepiphytes and root climbers cling tightly to the bark of the host with negatively phototropic roots. Skototropism, an orientation movement towards a well-defined dark area, has been observed in Monstera tenuis and other genera and is an adaptation in juvenile plants for seeking a suitable host tree, following germination on the forest floor."
  2. ↑ Kricher, John (2011). Tropical Ecology. Princeton University Press. hlm. 101–102. ISBN 9780691115139.
  3. ↑ E. Putz, Francis; N. Michele Holbrook (Juni 1989). "Strangler Fig Rooting Habits and Nutrient Relations in the Llanos of Venezuela". American Journal of Botany. 76 (6): 781–788. doi:10.2307/2444534. JSTOR 2444534.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik botani ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan