Kamis, 08 Oktober 2026
09:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Hematidrosis

Bagikan:

Hematidrosis (juga disebut hematohidrosis; keringat darah) adalah kondisi yang sangat jarang terjadi, yaitu ketika seseorang mengeluarkan keringat darah. Hal ini terjadi jika orang itu mengalami tekanan batin atau stres yang sangat berat, misalnya menghadapi kematian.[1] Beberapa rujukan sejarah mencatat adanya kondisi semacam ini; yang terkenal adalah:

  1. Tulisan Leonardo da Vinci: mencatat mengenai seorang tentara yang berkeringat darah sebelum perang, dan orang-orang yang secara tak terduga dijatuhi hukuman mati.
  2. Tulisan di Injil Lukas dalam Alkitab Kristen bahwa ketika Yesus berdoa di taman Getsemani beberapa saat menjelang penangkapan yang berlanjut dengan hukuman penyaliban mengalami hematidrosis:[2]
Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah.[3]

Pendarahan kulit

Menurut Dr. Frederick Zugibe (mantan Chief Medical Examiner di Rockland County, New York) kondisi ini dijumpai juga pada zaman sekarang. Istilah klinisnya "hematohidrosis" dapat dijabarkan: "Di sekitar kelenjar keringat, ada banyak pembuluh darah yang membentuk jaringan seperti jala. Dengan tekanan tinggi akibat stres, pembuluh darah ini menciut. Setelah kecemasan berlalu, pembuluh darah akan mengembang sampai pecah. Darah akan mengalir ke dalam kelenjar keringat. Pada saat kelenjar keringat menghasilkan banyak keringat, darah itu akan didorong ke permukaan, yang ke luar sebagai titik-titik darah yang bercampur dengan keringat."[4]

Dalam kuliahnya mengenai Kain Kafan dari Torino, Dr. Zugibe menyatakan: "Kecemasan batin yang berat ... mengaktifkan jaringan saraf simpatetik untuk membangkitkan "fight-or-flight reaction" ("reaksi melawan atau lari") sampai suatu tingkatan yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang memberi suplai ke kelenjar keringat sehingga darah masuk ke dalam pipa kelenjar keringat dan dikeluarkan ke permukaan kulit. Meskipun hematidrosis dilaporkan terjadi dari keadaan medis yang jarang dijumpai, adanya takut yang berlebihan menjadi penyebab sejumlah kasus yang dilaporkan terjadi, termasuk 6 kasus orang-orang yang dijatuhi hukuman mati, satu kasus yang terjadi saat pengeboman kota London pada waktu Perang Dunia II, satu kasus saat ketakutan akan diperkosa, dan juga ketakutan menghadapi angin ribut saat berlayar dan sebagainya. Dampaknya pada tubuh adalah rasa lemah dan kehilangan air ("dehidrasi") ringan sampai menengah dari kecemasan yang berat serta kehilangan darah dan keringat."[5]

Efek lain adalah kulit menjadi sangat lunak dan rapuh, sehingga jika mendapat tekanan atau terjadi kerusakan pada kulit, akan terasa lebih sakit dari biasanya.[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Holoubek, JE (1996). "Blood, sweat and fear. "A classification of hematidrosis"". Journal of Medicine. 27 (3–4): 115–33. PMID 8982961.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. ↑ http://www.apologeticspress.org/articles/2223
  3. ↑ Lukas 22:44
  4. ↑ Frederick Zugibe., Sweating Blood. Annacheriyan-ga. 2006;34:14–16
  5. ↑ Gethsemane - Forensic and clinical knowledge of the practice of crucifixion Diarsipkan 2004-04-02 di Wayback Machine Dr. Frederick Zugibe, M.D., pensiun
  6. ↑ Barbet, P. (1953), A Doctor at Calvary: The Passion of Our Lord Jesus Christ as Described by a Surgeon (Garden City, NY: Doubleday Image Books) p. 74,75
  7. ↑ Lumpkin, R. (1978), “The Physical Suffering of Christ,” Journal of Medical Association of Alabama, 47:8-10
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan