Sabtu, 10 Oktober 2026
11:49 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Helmut Thielicke

Helmut Thielicke

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_B_145_Bild-F041435-0032%2C_Hamburg%2C_CDU-Bundesparteitag%2C_Thielicke.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Helmut Thielicke.

Helmut Thielicke adalah seorang teolog yang dilahirkan di Barmen pada tahun 1908.[1][2] Ia mendapatkan gelar Doktor Filosofi pada tahun 1931 dan Doktor Teologi tahun 1934.[2] Ia pernah menjadi guru besar di Universitas Heidelberg tahun 1936.[1] Namun ia diberhentikan dari jabatannya pada tahun 1940 karena kritikannya terhadap politik Nazi.[1] Setelah cukup lama meninggalkan dunia akademis, Thielicke pun kembali menjabat sebagai guru besar bidang teologi sistematika di Universitas Tübingen.[1] Tulisan-tulisan Thielicke yang terkenal adalah Etika Teologis (Theologische Ethik) yang dibuatnya tahun 1955 dan Iman Injili (Evangelische Glaube) sebanyak tiga jilid yang dikerjakannya dari tahun 1968 hingga 1978.[1] Sasaran Thielicke dalam tulisan-tulisannya adalah manusia yang hidup pada zaman modern.[1] ia prihatin terhadap khotbah-khotbah modern yang kebanyakan tidak menyentuh keberadaan dan persoalan manusia di dalam dunia.[1] Thielicke mengembangkan sebuah etika yang disebut etika evangelikal.[1] Etika Evangelikal bukan membicarakan apa yang harus dilakukan manusia agar dibenarkan tetapi bagaimana manusia yang telah dibenarkan berlaku.[1] Selain itu, menurut Thielicke, etika tidak hanya menyangkut hubungan manusia dengan Allah, keluarga dan sesamanya yang dekat tetapi juga harus memikirkan masalah sosial, politik dan ekonomi.[1] Dalam bidang-bidang inilah manusia kerap kali bermasalah dengan hati nuraninya.[1] Ia meninggal dunia tahun 1985.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (Indonesia)Tony Lane. 2010. Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 214-15.
  2. 1 2 (Inggris) Sinclair Ferguson, David Wright. 1988. New Dictionary of Theology. England: Intervarsity Press. Hal. 681.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan