Sabtu, 03 Oktober 2026
11:32 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Heliografi

Heliografi

Bagikan:
Proses fotografi permanen pertama, ditemukan sekitar tahun 1822 oleh N. NiépceTemplat:SHORTDESC:Proses fotografi permanen pertama, ditemukan sekitar tahun 1822 oleh N. Niépce
250px-Nic%C3%A9phore_Ni%C3%A9pce_Oldest_Photograph_1825.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran heliografi paling awal yang masih ada, dicetak dari pelat logam yang dibuat pada tahun 1825 oleh Joseph Nicéphore Niépce dengan menggunakan "proses heliografinya".[1] The plate was exposed under an ordinary engraving. Heliography was also used to capture a scene directly from nature with a camera.
Artikel ini berisi tentang proses fotografi. Untuk kegunaan lain, lihat Heliografi (disambiguasi).

Heliografi (dalam bahasa Prancis, héliographie) dari kata helios (Bahasa Yunani: ἥλιος), yang berarti "matahari", dan graphein (γράφειν), "menulis") adalah sebuah teknik fotografi yang ditemukan oleh Joseph Nicéphore Niépce sekitar tahun 1822.[1] Niépce menggunakan teknik ini untuk menciptakan foto yang paling awal yang masih ada hingga saat ini, yaitu Pemandangan dari Jendela di Le Gras (1826 atau 1827). Selain itu, ia juga merupakan perintis dalam pengembangan fotoresis[2] sebagai alat untuk mereproduksi karya seni, yang kemudian menjadi landasan bagi penemuan teknik fotolitografi dan fotogravure.

Referensi

  1. 1 2 "The First Photograph — Heliography". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-06. Diakses tanggal 2009-09-29. from Helmut Gernsheim's article, "The 150th Anniversary of Photography," in History of Photography, Vol. I, No. 1, January 1977: ...In 1822, Niépce coated a glass plate... The sunlight passing through... This first permanent example... was destroyed... some years later.
  2. ↑ Dyson, R. W. (Robert William), 1942- (1987), Specialty polymers, Blackie ; New York : Chapman and Hall, hlm. 102, ISBN 978-0-412-01551-9{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)

Sumber lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik fotografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan