Senin, 02 November 2026
03:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Helene Stöcker

Helene Stöcker

Bagikan:
250px-Helene_Stoecker_on_street.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Helene Stöcker

Helene Stöcker (13 November 1869 – 24 Februari 1943) adalah seorang feminis, pasifis dan aktivis gender asal Jerman.

Kehidupan

Stöcker dibesarkan dalam keluarga Calvinis dan masuk sekolah putri yang mengajarkan rasionalitas dan moralitas.[1][2] Ia pindah ke Berlin untuk melanjutkan pendidikan dan kemudian masuk Universitas Bern, dimana ia menjadi salah satu wanita Jerman pertama yang meraih gelar dokterandes. Pada 1905, ia membantu pendirian Liga Perlindungan Kaum Ibu(Bund für Mutterschutz, BfM),[3] dan menjadi penyunting majalah dari organisasi tersebut Mutterschutz (1905-1908) dan kemudian Die Neue Generation (1906–1932).[1]

Catatan

  1. 1 2 "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-08-14. Diakses tanggal 2019-08-14.
  2. ↑ "Helene Stöcker (1869-1943)" (PDF). MUVS. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-08-14.
  3. ↑ "Helene Stöcker Papers (DG 035), Swarthmore College Peace Collection". www.swarthmore.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-23. Diakses tanggal 2018-11-12.

Referensi

  • Atina Grossmann: Reforming Sex: The German Movement for Birth Control and Abortion Reform, 1920-1950. Oxford University Press, Oxford, 1995. ISBN0-19-512124-4
  • Christl Wickert: Helene Stöcker 1869 - 1943. Frauenrechtlerin, Sexualreformerin und Pazifistin. Dietz Verlag, Bonn, 1991. ISBN3-8012-0167-8
  • Gudrun Hamelmann: Helene Stöcker, der 'Bund für Mutterschutz' und 'Die Neue Generation'. Haag Verlag, Frankfurt am Main, 1998. ISBN3-89228-945-X
  • Rolf von Bockel: Philosophin einer "neuen Ethik": Helene Stöcker (1869-1943). 1991. ISBN3-928770-47-0
  • Annegret Stopczyk-Pfundstein: Philosophin der Liebe. Helene Stöcker. BoD Norderstedt, 2003. ISBN3-8311-4212-2

Bacaan tambahan

  • Edward Ross Dickinson, Sex, Freedom, and Power in Imperial Germany, 1880–1914, Cambridge University Press, 2014. ISBN1-1074-7119-2
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan