Kamis, 01 Oktober 2026
00:57 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Heinrich Rickert

Heinrich Rickert

Bagikan:
Heinrich Rickert
250px-Heinrich_Rickert.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1863-05-25)25 Mei 1863
Danzig, Prussia (now Gdańsk, Poland)
Meninggal25 Juli 1936(1936-07-25) (umur 73)
Filsafat
Neo-Kantianism
Gagasan terkenal
Qualitative distinction held to be made between historical and scientific facts

Heinrich Rickert, lahir di Danzig, 25 Mei 1863 - Heidelberg, 28 Juli 1936).[1] Filsuf Jerman, bersama W. Windelband memimpin paham neo-kantianisme aliran Heidelberger (Baden).[1] Ia membedakan ilmu - ilmu alam dangan ilmu - ilmu kerohanian.[1] Kebudayaan manusia bertopang kepada nilai-nilai yang diidam-idamkan dan kepada dunia kenyataan (realitas) yang tidak henti-hentinya saling memengaruhi.[1] Hal itu disebabkan adanya perbedaan antara alam nilai yang dalam hakikat tidak nyata (tidak riil), tetapi 'berlaku', dengan alam kasunyatan (Jaw).[1] Tetapi hubungan antara dua alam itu dipertautkan manusia yang kemudian memberi arti kepadanya.[1] Kawasan demikian disebut Rickert sebagai pro-fisika.[1] Seperti dialektika Hegel, Ia juga berpendapat bahwa setiap tese menghasilkan hetero-tese, sebab 'sesuatu' selalu memiliku 'sesuatu lain' disampingnya.[1]

Dalam karyanya, seperti Dilthey, dimaksudkan untuk menawarkan teori pemersatu pengetahuan, meskipun menerima pembagian antara ilmu pengetahuan dan sejarah atau Natur dan Geist, mengatasi divisi ini dalam metode filosofis baru.[2]

Karya

  • Kulturwissenschaft und Naturwissenchaft (899).[1]
  • System der Philosophie (1921).[1]
  • Kant als Philosoph der modernen Kultur (1924).[1]
  • Grundprobleme der Philosophie (1934).[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-5. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects hal. 2908.
  2. ↑ Bambach, Charles R. Heidegger, Dilthey and the Crisis of Historicism. Ithaca: Cornell University Press, 1995. 30 Diarsipkan 2023-08-17 di Wayback Machine.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan