Selasa, 27 Oktober 2026
06:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Heinrich Kuhl

Heinrich Kuhl

Bagikan:
Heinrich Kuhl
250px-Heinrich_Kuhl00.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir17 September 1797
Meninggal14 September 1821(1821-09-14) (umur 23)
PekerjaanZoologiwan
Dikenal karenaZoologi dan naturalis

Heinrich Kuhl (17 September 1797 – 14 September 1821) adalah seorang peneliti alam (naturalis) dan zoologiwan berkebangsaan Jerman, yang wafat di Bogor.

Kuhl lahir di Hanau (Hesse, Jerman). Antara tahun 1817 dan 1820, Kuhl bekerja sebagai asisten profesor Th. van Swinderen, pengajar Sejarah Alam di Universitas Groningen di Groningen (Belanda). Pada 1817 ia menerbitkan monografi tentang kelelawar, dan pada 1819 ia menerbitkan penelitiannya atas kerabat betet, Conspectus psittacorum. Ia juga menulis monografi pertama mengenai burung petrel, dan suatu daftar berisi semua burung yang dilukiskan dalam buku Daubenton Planches Enluminées, serta bersama rekannya Johan Coenraad van Hasselt (1797–1823), menyelesaikan Beiträge zur Zoologie und vergleichenden Anatomie ("Sumbangan bagi zoologi dan anatomi perbandingan") yang diterbitkan di Frankfurt-am-Main, 1820.

Pada 1820 Kuhl direkrut sebagai asisten Profesor Coenraad Jacob Temminck pada Rijksmuseum van Natuurlijke Historie, Leiden. Bersama sahabatnya, van Hasselt, ia lalu berlayar ke Jawa, ketika itu bagian dari wilayah jajahan Belanda, untuk mempelajari flora dan fauna di pulau itu serta membuat koleksi museum. Sebagai hasilnya, dua serangkai ini mengirimkan bagi Museum Leiden sejumlah 200 kerangka, 200 lembar kulit mamalia dari 65 spesies, 2000 lembar kulit burung yang diawetkan (dengan bulu-bulunya), 1400 spesimen ikan,[1] 300 reptil dan amfibia, serta banyak spesimen serangga dan krustasea.[2]

Selama risetnya di Jawa, Kuhl banyak mendeskripsi spesies dan genera reptil dan amfibia yang baru.[3][4]

Kuhl meninggal dunia di usia muda, menjelang ulang tahunnya yang ke-24 pada tahun 1921, di Buitenzorg (Bogor sekarang) karena infeksi liver akibat iklim tropis dan kelelahan. Ia hanya sempat tinggal kurang dari setahun di Jawa, ketika ajal merenggutnya. Johan van Hasselt melanjutkan pekerjaannya mengumpulkan spesimen bagi koleksi museum, tetapi hanya bertahan selama dua tahun dan wafat menyusul rekannya pada 1823. Kedua bersahabat itu dimakamkan dalam satu liang, ditandai dengan satu nisan kecil di sebuah pemakaman kecil di tengah-tengah Kebun Raya Bogor.[5]

250px-Ocyp_kuhl_121007-28917_plrtu.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Geleteng pasir, Ocypode kuhlii
250px-L_kuhlii_060616_7531_jbti.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Limnonectes kuhlii
250px-Adult_male_Bawean_deer_Axis_kuhlii.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rusa bawean jantan, Axis kuhlii

Untuk mengenang kontribusinya pada zoologi dan ilmu pengetahuan alam umumnya, banyak spesies yang telah dinamai dengan namanya,[6]: 9  di antaranya:

Ikan

Herpetofauna

Burung

Mamalia

Standar singkatan penulis Kuhl digunakan untuk mengindikasikan orang ini ketika mengutip sebuah nama botani.[8]

Catatan kaki

  1. ↑ Roberts T.R. (1993) "The freshwater fishes of Java, as observed by Kuhl and van Hasselt in 1820-23", Zoologische Verhandelingen, Vol. 285 p. 1-94 PDF Diarsipkan 2016-09-19 di Wayback Machine
  2. ↑ Husson A.M., L.B. Holthuis. 1955. The dates of publication of "Verhandelingen over de natuurlijke Geschiedenis der Nederlandsche overzeesche Bezittingen" edited by C. J. Temminck, Zoologische Verhandelingen, Vol. 34 p. 17-24 PDF Diarsipkan 2020-04-07 di Wayback Machine
  3. ↑ The Reptile Database. http://www.reptile-database.org Diarsipkan 2001-11-07 di Wayback Machine.
  4. ↑ Amphibian Species of the World 5.5, an Online Reference. http://research.amnh.org/vz/herpetology/amphibia/ Diarsipkan 2012-06-14 di Wayback Machine.
  5. ↑ Huylebrouck J. 2014. "Viviparous Halfbeaks of the family Zenarchopteridae", Amazonas: Freshwater Aquariums & Tropical Discovery, illus. p 23.
  6. ↑ Grayson, M. 2011. A zoological who was who, pada laman ZooHistory Diarsipkan 2011-05-31 di Wayback Machine.
  7. 1 2 Beolens B, Watkins M, Grayson M. 2011. The Eponym Dictionary of Reptiles. Baltimore: Johns Hopkins University Press. xiii + 296 pp. ISBN 978-1-4214-0135-5. ("Kuhl", p. 147).
  8. ↑ "Author Query for 'Kuhl'". International Plant Names Index.

Bacaan lanjut

  • Walters, Michael. 2003. A Concise History of Ornithology. New Haven: Yale University Press. ISBN 0-300-09073-0

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan