Kamis, 22 Oktober 2026
21:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Heinrich Campendonk

Heinrich Campendonk

Bagikan:
250px-Heinrich_Campendonk_-_Sturm-K%C3%BCnstler%2C_1916.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Heinrich Campendonk

Heinrich Campendonk adalah seorang pelukis Belanda kelahiran Jerman yang lahir pada tanggal 3 November 1889 di Krefeld, Jerman dan meninggal pada tanggal 9 May 1957 di Amsterdam, Belanda.[1][2] Dia adalah putra Heinrich Gottfried Campendonk dan istrinya, Catharina.[1] Ayahnya menjalankan sebuah bisnis kecil dalam sebuah keadaan keuangan yang menyusahkan.[1] Pada tahun 1904 Campendonk meninggalkan Fünfzehnjährige den Besuch der Oberrealschule dan bekerja di Fachschule für Textilkunde milik Fredel.[1] Saat zaman tentara Nazi menguasai negaranya, dia pergi beremigrasi.[1] Pada tahun 1933 dia pergi ke kepulauan Lofotan tempat dia memperoleh keringanan untuk pergi untuk perayaan hari sabat tetapi setahun kemudian dia dipecat dari kegiatan mengajarnya setahun kemudian.[1] Setelah melalui beberapa dinamika hidup yang pahit pada tahun 1935 dia diperkenankan mengajar di Rijksacademie van beeldende Kunsten di Amsterdam.[1] Ketika tentara Jerman menyerang Belanda pada tahun 1940, dia dihadapkan terhadap ancaman kematian tetapi ia berhasil meloloskan diri dari penyerangan tentara gestapo ketika ia bersembunyi bersama istrinya dalam sebuah perabotan rumah tangga.[1]

Amsterdam

  • Amsterdam Muiderpoort
    Amsterdam Muiderpoort
  • Keizersgracht 369
    Keizersgracht 369
  • Keizersgracht 369
    Keizersgracht 369
  • Keizersgracht 662
    Keizersgracht 662
  • Richard Wagnerstraat 32
    Richard Wagnerstraat 32

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Inggris) "Heinrich Campendonk". museothyssen. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-31. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. ↑ (Inggris) "Heinrich Campendonk". Invaluable. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-20. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan