Minggu, 25 Oktober 2026
03:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Heinrich Rickert

Heinrich Rickert

Bagikan:
Heinrich Rickert
250px-Heinrich_Rickert.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1863-05-25)25 Mei 1863
Danzig, Prussia (now Gdańsk, Poland)
Meninggal25 Juli 1936(1936-07-25) (umur 73)
Filsafat
Neo-Kantianism
Gagasan terkenal
Qualitative distinction held to be made between historical and scientific facts

Heinrich Rickert, lahir di Danzig, 25 Mei 1863 - Heidelberg, 28 Juli 1936).[1] Filsuf Jerman, bersama W. Windelband memimpin paham neo-kantianisme aliran Heidelberger (Baden).[1] Ia membedakan ilmu - ilmu alam dangan ilmu - ilmu kerohanian.[1] Kebudayaan manusia bertopang kepada nilai-nilai yang diidam-idamkan dan kepada dunia kenyataan (realitas) yang tidak henti-hentinya saling memengaruhi.[1] Hal itu disebabkan adanya perbedaan antara alam nilai yang dalam hakikat tidak nyata (tidak riil), tetapi 'berlaku', dengan alam kasunyatan (Jaw).[1] Tetapi hubungan antara dua alam itu dipertautkan manusia yang kemudian memberi arti kepadanya.[1] Kawasan demikian disebut Rickert sebagai pro-fisika.[1] Seperti dialektika Hegel, Ia juga berpendapat bahwa setiap tese menghasilkan hetero-tese, sebab 'sesuatu' selalu memiliku 'sesuatu lain' disampingnya.[1]

Dalam karyanya, seperti Dilthey, dimaksudkan untuk menawarkan teori pemersatu pengetahuan, meskipun menerima pembagian antara ilmu pengetahuan dan sejarah atau Natur dan Geist, mengatasi divisi ini dalam metode filosofis baru.[2]

Karya

  • Kulturwissenschaft und Naturwissenchaft (899).[1]
  • System der Philosophie (1921).[1]
  • Kant als Philosoph der modernen Kultur (1924).[1]
  • Grundprobleme der Philosophie (1934).[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-5. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects hal. 2908.
  2. ↑ Bambach, Charles R. Heidegger, Dilthey and the Crisis of Historicism. Ithaca: Cornell University Press, 1995. 30 Diarsipkan 2023-08-17 di Wayback Machine
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan