Jumat, 16 Oktober 2026
03:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Hayton dari Corycus

Hayton dari Corycus

Bagikan:
250px-HaytonRemittingHisReportToThePope.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gambar dari karya Hayton La Flor des Estoires, menampilkan Hayton memberikan laporannya tentang bangsa Mongol kepada Paus Klemens V pada 1307.

Hayton dari Corycus (juga Hethum, Het'um, dan sebagainya;[1] dalam bahasa Armenia dikenal sebagai Հեթում Պատմիչ Hetʿowm Patmičʿ "Hethum sang Sejarawan" ; s.1240 - s.1310-1320[2]) adalah seorang bangsawan, biarawan dan historiografer Armenia abad pertengahan. Hayton adalah penulis La Flor des Estoires d'Orient ("Kembang Sejarah dari Timur",[2] dalam bahasa Latin Flos historiarum terre Orientis), sebuah karya historiografi tentang sejarah Asia, khususnya soal penaklukan Muslim dan invasi Mongol, yang ia buat atas perintah Paus Klemens V pada 1307, saat ia berada di Poitiers. Teks ali dalam bahasa Prancis Lama dicatat oleh Nicolas Faulcon, yang juga mempersiapkan sebuah terjemahan Latin. Karya tersebut banyak disebarluaskan pada Abad Pertengahan Akhir dan berpengaruh dalam membentuk sudut pandang Eropa barat terhadap dunia Timur.[3]

Catatan

  1. ↑ variously Aytonus, Hetoum, Haiton, Haitho, dll; also Latinized as Antonius Curchinus
  2. 1 2 Het'um the Armenian. Het'um the Historian's History of the Tartars [Flower of Histories of the East] (dalam bahasa English). Diterjemahkan oleh Bedrosian, Robert. hlm. 7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Jackson, p. 334

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hayton of Corycus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan