Sabtu, 26 September 2026
16:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Hawaiiloa

Hawaiiloa

330px-Polynesian_canoe_replica_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hawaiiloa, Pelabuhan Honolulu.

Hawaiiloa adalah seorang pemukim dari Pulau berdasarkan legenda kuno Hawaii.[1] Menurut legenda, Hawaiiloa adalah seorang nelayan dan navigator. Saat melaut dengan awak laki-laki, mereka tak sengaja tersandung padaPpulau Hawaii yang dinamakan untuk menghormati Hawaiiloa. Hawai'iloa kembali ke tanah airnya, Kaʻāina kai melemele a Kane atau tanah laut kuning Kane" dalam rangka untuk membawa keluarganya kembali ke Hawaii. Kemudian ia mengadakan ekspedisi penjajahan dengan keluarganya dan delapan navigator terampil lainnya. Mereka menetap di tempat yang sekarang bernama Pulau Hawaii yang dinamai untuk menghormatinya.[2]

Legenda berisi rujukan untuk anak-anak-nya: Maui (putra sulung), Kauai (putra), dan Oahu (putri) yang menetap di pulau-pulau yang menyandang nama mereka.

Kisah Hawaiiloa mendapatkan banyak perhatian dari orang Hawaii modern sebagai penggambaran kenyataan memukim di pulau-pulau yang konsisten dengan arus antropologi dan keyakinan sejarah. Banyak orang percaya bahwa kisah itu merupakan validasi kebenaran tradisi lisan Hawaii kuno.

Referensi

  1. ↑ "Hawai'iloa and the Discovery of Hawai'i". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-09-30. Diakses tanggal 2018-07-10.
  2. ↑ "Origins of Hawaii's Names". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-12-30. Diakses tanggal 2007-02-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan