Minggu, 18 Oktober 2026
07:49 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Hasta Mandala

Bagikan:

Hasta Mandala adalah daerah kekuasaan Majapahit yang meliputi delapan wilayah. Istilah Hasta mandala terdapat dalam kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca pada masa raja Majapahit.[1]

Di dalam buku itu dikisahkan tentang keberhasilan Mahapatih Gajah Mada yang mempersatukan berbagai daerah menjadi satu kesatuan wilayah teritorial yang disebut sebagai wilayah Nusantara yang terdiri dari Hasta Mandala Dwipa (delapan kawasan pulau/kepulauan).

Kawasan Hasta Mandala Dwipa

Lebih lanjut dikatakan bahwa wilayah Nusantara versi Hasta Mandala Dwipa digambarkan sebagai berikut:

  • Mandala l: Yawadwipa atau Seluruh Jawa yang meliputi: Jawa, Madura dan Galiyao (Kangean)
  • Mandala ll: Suwarnadwipa atau Seluruh wilayah Sumatera yang meliputi; Lampung, Palembang, Jambi, Karitang (Indragiri), Muara Tebo, Dhamacraya (Sijunjung), Kandis, Kahwas, minangkabau, siak, Rekan, Kampar, Pane, Kampe, Haru, Mandahiling, Tamiang, Perlak, Barat (Aceh), Lamuri, Batan, dan Barus
  • Mandala lll: Warunadwipa atau Kawasan Kalimantan (Tanjung negara) yang meliputi; Kapuas, Katingan, Sampit, Kuta Lingga (Serawak), Sedu (Sedang di serawak), Kota Waringin, Sambas, Lawai (Muara Labai), Kadangdangan (Kendangwangan), Landak, Samedang (Simpang), Tirem (Peniraman), Buruneng (Brunei), Kalka Saludung, Solot (Sulu), Pasir, barite, sebuku, Tabalong (amuntai), Tanjung Kutai, Malanau dan Tanjungpuri
  • Mandala IV: Ujung Medini atau Semenanjung Melayu, antara lain; Pahang, Hujungmedini (Johor), Lengkaksuka (Kedah), Saimwang (Semang), Dungun (di Trengganu), Tumasik (Singapura), Sanghyang Hujung, Kelang (Negeri Sembilan), Kelantan, Trangganu, Nacor (Ligor), Pakamuar (Pekan Muar), Keda, Jere, Kanjap (Singkep), Niran (Karimun)
  • Mandala V: Di sebelah timur pulau Jawa atau seluruh Nusa Tenggara, meliputi: Bali, Bedulu, Lwagajah, Gurun (Nusa Penida), Taliwang (Sumbawa), Dompo, Sapi, Sanghyang Api (Sangeang), Bhima, Geram, Hutan Kadali (Baru), Gurun (Gorong), Lombok Mirah (Lombok Barat), Saksak (Lombok Timur), Sumba dan Timur (Timor).
  • Mandala VI: Kawasan Sulawesi yang meliputi; Banthayang (Bonthain), Luwuk (Luwu), Udamakatraya (Talaud), Makassar, Butun (Buton), Banggawi (Banggai), Kunir, Galiyao Selaya, Solot (Solor).
  • Mandala VII: Kawasan Maluku yang meliputi; Muar (Kei), Wandan (Banda), Ambwan (Ambon), Maloko (Ternate)
  • Mandala VIII: Kawasan Papua yang meliputi; Onin (Papua Barat) dan seran (Papua Selatan).[2]

Kawasan (Mandala) mengandung arti tidak hanya terbatas pada wilayah daratan tetapi termasuk juga lautnya. Dengan demikian istilah Nusantara Hasta Mandala mengandung makna sebagai gugusan pulau-pulau atau kepulauan.

Referensi

  1. ↑ "Hasta mandala dalam Negara Kertagama". 14 April 2013. Diakses tanggal 2013-04-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. ↑ "Nusantara Hasta mandala". 14 April 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-17. Diakses tanggal 2013-04-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

  • (Indonesia) Wibisono, M.S. 2005. Pengantar Ilmu Kelautan. Grasindo. Jakarta. hal 226
  • (Belanda) J.L.A. Brandes, Nāgarakrětāgama; Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara, Hajam Wuruk, van Madjapahit, naar het eenige daarvan bekende handschrift, aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok 1902.
  • (Belanda) H. Kern & N.J. Krom, Het Oud-Javaansche lofdicht Nāgarakŗtāgama van Prapañca (1365 AD), 1919.
  • (Inggris) Th. Pigeaud, Java in the Fourteenth Century, 1960-'63.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan