Rabu, 28 Oktober 2026
13:51 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Haryanto Taslam

seorang tokoh politik berkebangsaan Indonesia.

Bagikan:
Infobox orangHaryanto Taslam
Biografi
Kelahiran3 Juni 1954 Suntingan nilai di Wikidata
Kematian14 Maret 2015 Suntingan nilai di Wikidata (60 tahun)
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AnakPutih Sari Suntingan nilai di Wikidata

Haryanto Taslam (3 Juni 1954 – 14 Maret 2015) atau biasa dipanggil "Hartas" adalah seorang tokoh politik berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal sebagai mantan aktivis era reformasi 1998 dan menjadi salah satu korban penculikan bersama dengan sejumlah aktivis demokrasi pada periode 1996-1998 seperti, Desmond Junaidi Mahesa, Pius Lustrilanang, Faisol Reza, Raharja Waluya Jati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, Mugianto, Andi Arief. Sebelumnya, Ia juga pernah menjadi Pemimpin Perusahaan Tabloid Detik yang dibredel pada 21 Juni 1994. Selain itu, ia juga pernah bergabung dengan partai PDI perjuangan dan menjadi anggota DPR periode 1999-2004 dari PDIP.[1][2][3] Kenangan dan pemikirannya sempat dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul '40 Hari Digenggam Kekuasaan' terbitan Forum Indonesia Maju dan diterbitkan pada tahun 2008. Buku tersebut berisi pengalaman pribadinya pada saat penculikan selama 40 hari tahun 1998.[4]

Pada 2009, ia bergabung dengan Partai Gerindra yang didirikan Prabowo Subianto dan aktif sebagai Direktur Media Center di Gerindra. Selanjutnya sejak tahun 2012 hingga meninggal, ia menjadi Dewan Pembina di Partai Gerindra.

Pada 14 Maret 2015, ia meninggal dunia di Rumah sakit Medistra, Jakarta, karena menderita penyakit langka Autoimun Miastenia Gravis atau Myasthenia Gravis, yang membuat tubuh penderita susah bergerak.[5][6]

Referensi

  1. ↑ "Artikel:"Eros Djarot: Bung Taslam aktif jalankan tugas-tugas dari Mbak Mega" di merdeka.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-07-28. Diakses tanggal 2015-03-16.
  2. ↑ "Artikel:"Politisi Senior Gerindra, Haryanto Taslam Meninggal Dunia" di tempo.co.id". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-16.
  3. ↑ "Artikel:"Haryanto Taslam di Mata Eros Djarot: Suka Berpindah Untuk Hindari Intel" di detik.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-16.
  4. ↑ "Artikel:"Haryanto Taslam Bukukan Kisah '40 Hari Digenggam Kekuasaan'" di detik.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-16.
  5. ↑ "Artikel:"Haryanto Taslam Meninggal Dunia" di republika.co.id". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-16.
  6. ↑ "Artikel:"Cerita Anak Haryanto Taslam Tentang Perjuangan Ayahnya Melawan Penyakit" di detik.com". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-16.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan