Sabtu, 10 Oktober 2026
09:34 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Harold C Conklin

Harold C Conklin

Bagikan:
250px-Coat_of_arms_of_the_Philippines.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang negara Filipina tempat Harold Conklin banyak melakukan penelitian lapangannya


Harold Coyler Conklin adalah seorang profesor emiritus bidang lingkungan manusia dan antropologi yang lahir tahun 1926.[1][2] Ia dikenal sebagai salah satu ahli terbaik di dunia dalam bidang ethnosciense, sebuah ilmu yang membahas mengenai makhluk hidup yang tinggal dalam suatu daerah memperlakukan lingkungan hidup mereka.[1][2] Sejak zaman perang dunia kedua, Conklin sudah berkonsentrasi untuk penelitiannya tentang keadaan sosial di Asia Tenggara; studi lapangannya telah ia lakukan di wilayah Mindoro dan Luzon di Filipina.[1][2] Dia terkenal karena karyanya yang menjadi perintis tentang sistem agrikultur hutan tropis suku asli.[1][2] Ia menempuh pendidikan awalnya dalam sekolah umum di bagian timur Long Island dan mendapatkan gelarnya di Universitas California, Berkeley dan Universitas Yale.[1][2] Profesor Conklin mendapatkan gelar Doktor dari Universitas Yale pada tahun 1955 dan mengajar di salah satu fakultasnya pada tahun 1962.[1][2] Dia menjabat sebagai Kepala Departemen Antropologi, Kepala the Council on Southeast Asia Studies dan direktur the Division of Anthropology di Peabody Museum of Natural History dan hingga pensiunnya pada tahun 1996 ia tetap bekerja sebagai seorang kurator emeritus.[1][2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Harold C Conklin". socialarchive. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-16. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Harold C Conklin". Yale University. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-01. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan