Jumat, 30 Oktober 2026
20:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kartono

pemain bulu tangkis

Bagikan:

Hariamanto Kartono (Hanzi:陳金德) adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia.

Karier

Ia berpasangan dengan Rudy Heryanto dan kemudian dengan Liem Swie King. Kartono adalah salah satu pemain kelas atas ganda putra pada era 1980-an. Di awal kariernya sebagai pemain ganda, ia dan Rudy Heryanto mengikuti Kejuaraan Dunia IBF 1980 di Jakarta, kalah di final melawan Ade Chandra dan Christian Hadinata. Pada tahun 1981 mereka membalas kekalahan itu di semifinal All England, dan di final mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Tjun Tjun dan Johan Wahjudi.[1] Mereka juga memenangkan All England pada tahun 1984 [2] dan Indonesia Terbuka pada tahun 1982 dan 1983. Berpasangan dengan Liem Swie King, Kartono memenangkan Indonesia Terbuka lagi pada tahun 1985 dan 1986, dan Badminton World Cup pada tahun 1984 dan 1985. Kartono dan King mendapatkan medali perunggu pada Kejuaraan Dunia IBF 1985 di Calgary, setelah dikalahkan di semifinal oleh Park Joo-bong dan Kim Moon-soo.

Referensi

  1. ↑ Pat Davis, "A Star from the East," World Badminton, 8 Juni 1981.
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-11. Diakses tanggal 2010-07-18.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi terkait bulu tangkis Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan