Kamis, 29 Oktober 2026
17:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Hari Darmawan

Pengusaha nasional Indonesia

Bagikan:
Hari Darmawan
Lahir
Tan Tjan Hok[1]

(1940-05-27)27 Mei 1940[1]
Meninggal10 Maret 2018(2018-03-10) (umur 77)[2]
PekerjaanPengusaha
Pendiri Matahari Department Store
Pasangan menikahAnna Janti[3]
AnakSuzy Darmawan Hutomo[4]

Hari Darmawan (27 Mei 1940 – 10 Maret 2018) adalah seorang pengusaha nasional Indonesia yang merupakan pendiri toko jaringan ritel terkemuka Matahari Department Store dan tempat wisata populer di Cisarua, Bogor, yaitu Taman Wisata Matahari.[5]

Kehidupan awal

Ayah Hari Darmawan, Tan A Siong, adalah seorang pengusaha lokal di Makassar yang behubungan dengan produk-produk pertanian.[1] Dia dilahirkan dari keluarga besar 12 bersaudara. Pada tahun 1950-an usaha keluarganya mengalami kesulitan dan akhirnya bangkrut, sehingga Darmawan bersama orangtuanya harus berjuang keras untuk menjalankan usaha dari nol lagi. Dengan latar belakang keluarga pedagang seperti ini, menjadikan Hari kecil tumbuh menjadi seorang pemuda yang tekun, ulet, jujur, pantang menyerah, dan ingin selalu menjadi pemenang.[3]

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia bertemu dan menikahi putri dari pemilik "Mickey Mouse", sebuah toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru, yang pada saat itu merupakan sebuah distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.[1]

Karier

Ayah mertua Hari Darmawan kemudian menjual toko serba ada tersebut kepadanya. Di bawah pengelolaannya, toko berkembang pesat.

Pada tahun 1972, dia membeli toko serba ada terbesar di Pasar Baru waktu itu yang bernama "Toko De Zon" (dari bahasa Belanda yang berarti The Sun atau Matahari dalam bahasa Indonesia). Dia mengganti namanya menjadi "Matahari"[1] dan gerai pertama dibuka pada tanggal 24 Oktober 1958 yang menempati gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta.[6] Pada tahun 1980-an, "Matahari" membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia dan toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia.[1]

Darmawan pernah terpilih sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Pada tahun 1997, bisnisnya dibeli oleh Lippo Group. Darmawan sendiri kemudian mendirikan perusahaan baru bernama "Pasar Swalayan Hari-Hari"

Selain di bidang bisnis ritel, Hari Darmawan juga telah merambah ke bidang pariwisata dengan membangun Taman Wisata Matahari[7] yang berlokasi di Cisarua, Bogor.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Leo Suryadinata (2015). Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (4th edition). ISEAS Yusof Ishak Institute. hlm. 28. ISBN 978-981-4620-50-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-15. Diakses tanggal 13 April 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan Meninggal Dunia". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-18. Diakses tanggal 10-03-2018. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. 1 2 "Bab 3 Gambaran Umum Perusahaan". Universitas Bina Nusantara. hlm. 29 https://web.archive.org/web/20170413235645/http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab3/2007-2-00593-SI%20BAB%203.pdf. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-04-13. Diakses tanggal 13 April 2017. {{cite book}}: |title= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Rustika Herlambang (09 November 2008). "Suzy Darmawan Hutomo". Rustikaherlambang’s Weblog. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-28. Diakses tanggal 13 April 2017. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ "Sejarah Taman Wisata Matahari". www.tamanwisatamatahari.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-31. Diakses tanggal 2016-10-08.
  6. ↑ "Kilas Balik". Matahari Department Store. Diakses tanggal 13 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  7. ↑ "Taman Wisata Matahari". Taman Wisata Matahari. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-02. Diakses tanggal 2017-05-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan