Minggu, 25 Oktober 2026
19:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Haplotipe

Haplotipe

Bagikan:
500px-Dna-SNP.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Molekul DNA 1 berbeda dari molekul DNA 2 pada satu lokasi pasangan basa (poliformisme C/A).

Haplotipe (genotipe haploid) adalah kumpulan gen dalam sebuah organisme yang diwarisi secara bersamaan dari salah satu induk (hanya dari ayah atau hanya dari ibu).[1][2] Haplogrup ialah kumpulan haplotip serupa yang memiliki leluhur bersama dengan mutasi polimorfisme nukleotida tunggal.[3][4] Contohnya, DNA mitokondria mewarisi keturunan dari jalur ibu selama ribuan tahun.[3] Namun, istilah haplotipe memiliki beberapa definisi spesifik dalam genetika. Pertama, haplotipe merupakan singkatan dari genotipe haploid, yaitu himpunan alel tertentu (potongan gen yang sama) dalam kumpulan gen yang berkait rapat pada kromosom yang barangkali diwarisi bersamaan, yang barangkali akan lestari sebagai urutan mandiri dengan reproduksi turun menurun.[5][6]

Definisi kedua: serangkaian polimorfisme nuklotida tunggal (SNP) pada satu kromosom yang sering terjaid bersama-sama, yaitu yang berasosiasi secara statistik. Diyakini bahwa mengetahui pasti asosiasi statistik ini serta beberapa alel bagi suatu urutan haplotipe tertentu dapat memudahkan identifikasi semua jejak polimorfik lain seperti ini yang berdekatan dengan kromosom yang sedang diteliti. Informasi ini sangat penting untuk mengkaji genetika dari penyakit umum yang sesungguhnya telah diteliti pada manusia oleh International HapMap Project.[7][8]

Definisi ketiga: Banyak organisasi peneliti genetika manusia menggunakan istilah 'haplotipe' untuk merujuk kepada himpunan mutasi tertentu dalam suatu segmen genetik. Istilah 'haplogrup' merujuk kepada mutasi SNP/polimorfisme peristiwa unik (UEP) yang mewakili klad yang mencakup sebuah himpunan haplotipe manusia tertentu. (Klad juga berarti sekelompok orang dengan nenek moyang yang sama.)[9]

Keanekaragaman

Keanekaragaman haplotipe mengukur keunikan sebuah haplotipe dalam sebuah populasi. Keanekaragaman haplotip (H) dihitung seperti berikut:[10] H = N N − 1 ( 1 − ∑ i x i 2 ) {\displaystyle H={\frac {N}{N-1}}(1-\sum _{i}x_{i}^{2})} {\displaystyle H={\frac {N}{N-1}}(1-\sum _{i}x_{i}^{2})} yang mana x i {\displaystyle x_{i}} {\displaystyle x_{i}} ialah frekuensi haplotipe (relatif) bagi setiap haplotip dalam sampel, dan N {\displaystyle N} {\displaystyle N} ialah ukuran sampel (jumlah organisme dalam populasi). Keanekaragaman haplotip dinyatakan untuk setiap satu sampel.

Referensi

  1. ↑ By C. Barry Cox, Peter D. Moore, Richard Ladle.
  2. ↑ Editorial Board, V&S Publishers, 2012, ISBN 9381588643 p137.
  3. 1 2 Arora, Devender; Singh, Ajeet; Sharma, Vikrant; Bhaduria, Harvendra Singh; Patel, Ram Bahadur (2015).
  4. ↑ International Society of Genetic Genealogy 2015 Genetics Glossary
  5. ↑ BiologyPages/H/Haplotypes.html Kimball's Biology Pages (Creative Commons Attribution 3.0)
  6. ↑ Nature SciTable
  7. ↑ {{cite journal}}: Kutipan kosong
  8. ↑ {{cite journal}}: Kutipan kosong
  9. ↑ "Facts & Genes". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-09. Diakses tanggal 2017-01-14.
  10. ↑ Masatoshi Nei and Fumio Tajima, "DNA polymorphism detectable by restriction endonucleases", Genetics 97:145 (1981)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan