Minggu, 27 September 2026
20:08 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Hammad bin Zaid

Hammad bin Zaid

250px-%D8%AD%D9%85%D8%A7%D8%AF_%D8%A8%D9%86_%D8%B2%D9%8A%D8%AF_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hammad bin Zaid (Arabic : حماد بن زيد) merupakan seorang Tabi'in. Ulama yang hidup setelah masa wafatnya Nabi Islam Muhammad. Ia seorang ulama yang hidup sezaman dengan Malik, Sufyan, Al-Laits dan Al-Auza'i. Ulama ini adalah imam bagi penduduk Bashrah, dan dia merupakan perawi dari Ayyub As-Sakhtiyani. Dia adalah guru dari Ibnu Al-Mubarak, Ibnu Mahdi dan Al-Qaththan.[1][2]

Kehidupan

Nama lengkapnya Hammad bin Zaid bin Darhm Al-Azdi Al-Jahdhami, Abu Ismail Al-Bashri Al-Azraqi, budak dari keluarga Jarir bin Hazm. Kakek Hammad, Darhm adalah salah seorang sandera orang-orang Sajastani (Persia). Ia lahir pada tahun 98 H / 717 M pada akhir Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik dari Umayyah.[1]

Pandangan Ulama

Abu Usamah berkata, "Jika aku melihat Hammad maka aku akan berkata,"Sopan santunnya seperti Kisra dan fikihnya menganut fikih Umar."[1]

Muhammad bin Sa'ad berkata, "Hammad bin Zaid mempunyai nama panggilan Abu Ismail, dan dia berasal dari bani Utsmani. Ibnu Zaid seorang yang bisa dipercaya, sebagai hujjah dan banyak mempunyai haditst."

Abdurrhaman bin Mahdi berkata, "Di Bashrah aku tidak melihat ada orang yang lebih mengetahui tentang fikih dari Hammad bin Zaid."

Adz-Dzahabi berkata "Di antara keistimewaan Hammad bin Zaid adalah dia tidak pemah berbohong."

Ahmad bin Abdillah Al-'Aili berkata, "Hammad bnzaid adalah seorang tsiqah, haditsnya mencapai 4000 hadits, dan dia telah menghafalnya dan tidak menulisnya."

Fathr bin Hammad bin Waqid berkata, "Aku pemah bertanya kepada Hammad btn Zaid, "Wahai Abu Ismail, imam kami telah berkata, " Al-Qur'an adalah makhluk, apakah aku boleh shalat di belakangnya (menjadi makmurn)?" dia menjawab, "Jangan dan tiada kemuliaan baginya."

Khalid bin Khaddasy, dia berkata, "Aku mendengar Hammad bin Zaid berkata, "lika aku mengatakan bahwa Ali lebih mulia dari Utsman, maka aku telah mengatakan bahwa sahabat-sahabat Muhammad telah berkhianat."

Murid-muridnya

Orang-orang yang meriwayatkan dari Hammad bin Zaid adalah Ibnu Al-Mubarak,Ibnu Mahdi, Ibnu Wahab, Al-Qaththan, Ibnu'Uyainah dan dia hidup sezaman dengannya. Juga, Ats-Tsauri dan dia lebih tua dari Hammad bin Zaid,Ibrahim bin Abi Ablah dan dia adalah guru Hammad bin Zaid, Muslim bin lbrahim, Arim, Musaddad, Mu'mal bin Ismail, Abu Usamah, Sulaiman bin Harb, Affan, Amr bin Auf, Ali bin Al-Madini, Qutaibah, Muhammad bin Zanbur Al-Makki, Abu Al-Asy'ab Ahmad bin Al-Miqdam Al-'Ajli dan masih banyak yang lain.[1]

Kematian

'Ashim berkata, "Ketika Hammad bin Zaid telah meninggal, aku tidak mengetahui dari umat Islam ada orang yang bisa menyamai kemuliaan dan kebaikannya."[1] Hammad wafat pada bulan Ramadhan tahun 179 H / 795 M pada masa Khalifah Abbasiyah Harun Ar-Rasyid.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Farid, Syaikh Ahmad (2006). 60 Biografi Ulama Salaf. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar. ISBN 9795923692.
  2. ↑ Kajian tentang al Qur'an dan hadis: mengantar purna tugas Prof. Drs. H.M. Husein Yusuf. Forum Studi Hukum Islam, Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga. 1994.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan