Selasa, 29 September 2026
19:50 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Hafsa Sultan

Hafsa Sultan

Bagikan:
Hafsa Sultan
حفصه سلطان
250px-BustOfAyseHafsaSultan_ManisaTurkey.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung dada Hafsa di Manisa
Valide Sultan (Ibu Suri) Utsmani
Periode30 September 1520 – 19 Maret 1534
PenerusNurbanu Sultan
Lahirsekitar 1479
Meninggal19 Maret 1534[1]
Konstantinopel, Kesultanan Utsmaniyah
Pemakaman
AyahTidak diketahui atau disebut dengan nama patronimik mualaf Abdülmüin[2]atau Abdulhay.
PasanganSultan Selim I
KeturunanSultan Süleyman I
Hatice Sultan
Fatma Sultan
Beyhan Sultan
AgamaIslam

Hafsa Sultan (Turki Utsmaniyah:حفصه سلطان, meninggal 19 Maret 1534) atau Hafsa Valide Sultan (Turki Utsmaniyah:حفصه والدہ سلطان) adalah seorang valide sultan atau ibu suri Kesultanan Utsmaniyah sebagai ibunda dari Sultan Süleyman Al-Qanuni. Pada masa putranya naik takhta pada tahun 1520 hingga Hafsa Sultan meninggal pada tahun 1534, ia adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di Kesultanan Utsmaniyah.[3]

Identifikasi yang salah

Pandangan tradisional dan yang diterima secara luas sebelumnya menyatakan bahwa Hafsa Sultan adalah putri dari Meñli I Giray (1445–1515), sang Khan dari Tatar Krimea.[4][5] Identifikasi ini muncul dalam berbagai catatan Barat modern awal dan kemudian diadopsi oleh banyak sejarawan Turki dan Barat.[6]

Namun, sejarawan Utsmaniyah modern telah menentang pandangan tradisional ini berdasarkan bukti dokumenter Utsmaniyah. Para pakar seperti Alan Fisher, Leslie Peirce, dan Feridun Emecen menyimpulkan bahwa Hafsa Sultan sebenarnya berasal dari latar belakang budak-selir, bukan seorang putri dari keluarga kerajaan Krimea.[7][8] Kesalahpahaman sejarah yang bertahan lama ini kemungkinan besar muncul akibat peleburan identitas Hafsa Sultan dengan selir Selim I lainnya, yakni Ayşe Hatun, yang merupakan putri kandung dari Meñli I Giray.[9]

Kehidupan awal

250px-138822043_khafsa_gashenaya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
potret ibu suri Hafsa Sultan sebagai pemegang kunci harem.

Sekitar usia enam belas tahun, ia menjadi salah satu dari banyak budak-selir Selim, ketika Selim masih menjadi pangeran dan menjabat sebagai gubernur Trabzon sejak tahun 1487.[10][11][12][13] Bersamanya, ia melahirkan setidaknya empat anak perempuan: Hatice Sultan, Fatma Sultan, Hafize Sultan, dan Beyhan Sultan, serta pada akhirnya melahirkan putra satu-satunya, Süleyman, pada tahun 1494.[13][14]

Menurut tradisi Turki, semua pangeran diwajibkan untuk bertugas sebagai gubernur provinsi sebagai bagian dari pelatihan mereka. Hafsa mendampingi Süleyman selama penugasan awalnya sebagai pangeran, mulanya di Kefe pada tahun 1509,[15] dan kemudian di Manisa [16] pada tahun 1513.[17] Ia bertindak sebagai pengawas dan pengelola rumah tangga dalam serta mengatur kehidupan pribadi Süleyman.[18] Di istananya di Kefe, ia menerima tunjangan bulanan sebesar 1.000 akçe, dibandingkan dengan Süleyman yang menerima 600 akçe.[19] Pada tahun 1513, sebagai ibu dari putra mahkota, Hafsa menerima tunjangan sebesar 150 akçe per hari.[20] Di Manisa, di mana ia menjadi anggota tertua di rumah tangga tersebut, tunjangannya kembali dinaikkan menjadi 200 akçe per hari.[18] Tunjangan yang totalnya mencapai 6.000 akçe per bulan ini melampaui siapa pun yang ada dalam daftar gaji pangeran dan bernilai tiga kali lipat dari tunjangan pangeran itu sendiri.[21]

Di provinsinya, Hafsa adalah rekan terdekat Süleyman dan terus menemaninya.[22] Menurut Guillaume Postel, ia disebut-sebut telah menyelamatkan Süleyman dari kemungkinan eksekusi oleh ayahnya. Ia diduga menginstruksikan Süleyman untuk menyangkal ketertarikan apa pun untuk menggantikan ayahnya sebagai sultan. Beberapa tahun sebelum kematian Selim, ia dikatakan telah menguji kesetiaan putra-putranya dengan menyatakan keinginan untuk mundur dari kesultanan dan bertanya siapa di antara mereka yang ingin memerintah kekaisaran. Postel menyampaikan bahwa mereka yang menjawab dengan berani menemui ajal yang tragis. Süleyman, dibimbing oleh pemahaman ibunya tentang karakter Selim, menolak tawaran tersebut dan menegaskan bahwa ia adalah budak ayahnya, bukan putranya. Ia menyatakan bahwa bahkan setelah kematian Selim, memikul tanggung jawab semacam itu akan menyebabkan dirinya sangat menderita.[23]

Ibu pangeran

Dalam adat Utsmani, saat şehzade (pangeran) sudah dianggap dewasa, mereka akan dikirim ke sebuah provinsi untuk belajar memerinah sebagai bekal menjadi sultan dan ibu mereka ikut serta mendampingi mereka. Sesuai tradisi, Hafsa juga turut serta tinggal di Manisa bersama Şehzade Süleyman.

Pada masa pelatihan putranya tersebut, Hafsa terserang penyakit yang tidak bisa ditangani para tabib. Süleyman kemudian meminta bantuan Merkez Muslihiddin Efendi, seorang kepala madrasah, yang kemudian membuat adonan obat bernama mesir macunu yang terdiri dari 41 jenis herbal dan rempah. Tak lama, Hafsa sembuh dari penyakitnya. Sebagai bentuk rasa syukur, Hafsa kemudian memerintahkan adonan tersebut dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk sebuah perayaan tahunan yang dilaksanakan pada saat Nevruz. Dalam perayaan ini, adonan tersebut dibungkus kertas dan disebarkan kepada penduduk dari atas atap dan menara masjid. Perayaan tersebut tetap dilestarikan di Manisa hingga saat ini.[24][25]

Ibu suri

Saat putranya naik takhta sebagai Sultan Süleyman, Hafsa berperan sebagai ibu suri. Sebelum masa Süleyman, seorang ibu suri menyandang gelar valide hatun. Namun dimulai pada masa Süleyman, gelar sultan tidak hanya khusus disandang penguasa Utsmani, tetapi juga keluarganya. Ibu suri sejak masa itu menyandang gelar valide sultan. Hafsa merupakan non-anggota Wangsa Utsmaniyah pertama yang menyandang gelar sultan. Penggunaan gelar sultan ini sebagai perlambang dalam konsep Utsmani bahwa kekuasaan merupakan "wewenang satu keluarga."[26]

Hafsa juga turut terlibat dalam urusan politik negara. Saat saudara ipar Süleyman, Ferhat Pasya, melakukan tindakan penyimpangan di wilayah pemerintahannya, Hafsa menengahi dan memintakan ampun untuknya kepada Süleyman. Namun Ferhat melakukan hal serupa di kemudian hari, sehingga Süleyman kemudian menghukum mati Ferhat pada November 1524. Saudari Süleyman dan istri Ferhat, Beyhan Sultan, yang kesetiaan pada suaminya melampaui keluarga asalnya, menolak tinggal bersama sultan dan keluarganya setelah menjanda dan mengasingkan diri di istananya di Skopje.

Pada masa Hafsa menjadi valide sultan, terdapat dua peristiwa besar yang terjadi di rumah tangga istana. Sejak masa pemerintahan Sultan Mehmed II, para wanita keluarga sultan tinggal di istana lama dan kegiatan pemerintahan dilangsungkan di Istana Topkapı. Namun terjadi kebakaran besar di istana lama sehingga keluarga sultan pindah ke Istana Topkapı. Dengan tinggal di pusat kekuasaan, keterlibatan para wanita istana dalam urusan pemerintahan semakin besar. Sekitar tahun 1531-an, Süleyman menikahi seorang selirnya, Hürrem, dan ini pertama kalinya seorang selir, dimerdekakan dan menjadi istri sultan.

Wafat

Hafsa mangkat pada Maret 1534. Dia dikebumikan di Masjid Yavuz Selim tepat di belakang dinding kiblat.

Catatan kaki

  1. ↑ Peirce, Leslie P. (1993). The Imperial Harem: Women and Sovereignty in the Ottoman Empire. Oxford University Press. hlm. 121. ISBN 0-19-508677-5.
  2. ↑ Sakaoğlu, Necdet [in Turki] (2008). Bu mülkün kadın sultanları: Vâlide sultanlar, hâtunlar, hasekiler, kadınefendiler, sultanefendiler. Oğlak Yayıncılık. hlm. 148. ISBN 978-9-753-29623-6. (Her name is given as "Hafsa bint-i Abdü'l-Muin" in Kitâbeler by İ. H. Uzunçarşılı. This shows that she was of non-Turkish origin, and later converted to Islam.)
  3. ↑ Pietro Bragadin, Venetian Republic's ambassador in the early years of Süleyman I's reign notes "a very beautiful woman of 48, for whom the sultan bears great reverence and love..." Leslie Peirce (1993). The Imperial Harem : Women and Sovereignty in the Ottoman Empire p. 62 ISBN 0-19-508677-5. Oxford University Press.
  4. ↑ Sakaoğlu, Necdet (2008). Bu mülkün kadın sultanları: vâlide sultanlar, hâtunlar, hasekiler, kadınefendiler, sultanefendiler (dalam bahasa Turki). Oğlak Yayıncılık. ISBN 978-975-329-623-6.
  5. ↑ Halil İnalcık, Cemal Kafadar (1993). Süleymân The Second [i.e. the First] and his time. Isis Press. she was a Tatar, a daughter of the Crimean Khan Mengli Giray
  6. ↑ Contemporaries of Erasmus : a biographical register of the Renaissance and Reformation, volumes 1-3, A-Z. Internet Archive. Toronto : University of Toronto Press. 2003. hlm. 298. ISBN 978-0-8020-8577-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  7. ↑
    • Alan Fisher (1993). "The Life and Family of Süleymân I". Dalam İnalcık, Halil; Cemal Kafadar (ed.). Süleymân The Second [i.e. the First] and His Time. Istanbul: Isis Press. hlm. 9. ISBN 975-428-052-5.
    • Emecen, Feridun (2010). "Süleyman I". İslâm Ansiklopedisi. Vol. 38. İslâm Araştırmaları Merkezi. hlm. 62–74. Information indicating that she was the daughter of the Crimean Khan or was related to the family of Dulkadıroğlu is incorrect.
    • Peirce 1993, hlm. 40 harvnb error: multiple targets (2×): CITEREFPeirce1993 (bantuan)
  8. ↑ Encyclopedia of Islam vol. IX (1997), s.v. Suleyman, p. 833.
  9. ↑ Alan Fisher (1993). "The Life and Family of Suleyman I". Dalam İnalcık, Halil; Kafadar, Cemal (ed.). Süleymân The Second [i.e. the First] and his time. Isis Press. That she was a Tatar, a daughter of the Crimean Khan Mengli Giray, was a story apparently begun by Jovius, repeated by other western sources, and taken up by Merriman in his biography of Suleyman
  10. ↑ Şahin 2023, hlm. 36. sfn error: no target: CITEREFŞahin2023 (bantuan)]
  11. ↑ Peirce, Leslie; The Imperial Harem, Pg 63: "According to Bragadin’s report of 1526, Hafsa was “a very beautiful woman of 48, for whom [the sultan] bears great reverence and love.”
  12. ↑ Türe, D.F.; Türe, F. (2011). Women's Memory: The Problem of Sources. Cambridge Scholars Publishing. ISBN 978-1-4438-3265-6.
  13. 1 2 Bostan, M. Hanefi (2019-05-01). "Yavuz Sultan Selim'in Şehzâdelik Dönemi (1487-1512)". Türk Kültürü İncelemeleri Dergisi (dalam bahasa Turki): 1–86. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-01-24. Diakses tanggal 2024-02-12.
  14. ↑ Şahin 2023, hlm. 34, 124. sfn error: no target: CITEREFŞahin2023 (bantuan)]
  15. ↑ Şahin 2023, hlm. 68. sfn error: no target: CITEREFŞahin2023 (bantuan)]
  16. ↑ Peirce 1993, hlm. 61. sfn error: multiple targets (2×): CITEREFPeirce1993 (bantuan)
  17. ↑ Singer, A. (2002). Constructing Ottoman Beneficence: An Imperial Soup Kitchen in Jerusalem. SUNY series in Near Eastern Studies. State University of New York Press. hlm. 90. ISBN 978-0-7914-5351-3.
  18. 1 2 Şahin 2023, hlm. 84. sfn error: no target: CITEREFŞahin2023 (bantuan)]
  19. ↑ Şahin 2023, hlm. 72. sfn error: no target: CITEREFŞahin2023 (bantuan)]
  20. ↑ Şahin 2023, hlm. 129. sfn error: no target: CITEREFŞahin2023 (bantuan)]
  21. ↑ Peirce 1993, hlm. 52. sfn error: multiple targets (2×): CITEREFPeirce1993 (bantuan)
  22. ↑ Şahin 2023, hlm. 84, 88. sfn error: no target: CITEREFŞahin2023 (bantuan)]
  23. ↑ Peirce 1993, hlm. 230. sfn error: multiple targets (2×): CITEREFPeirce1993 (bantuan)
  24. ↑ "Mesir Macunu Festival". aregem.kulturturizm.gov.tr. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-10-28. Diakses tanggal 2018-12-12.
  25. ↑ "UNESCO - Mesir Macunu festival". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-07. Diakses tanggal 2018-12-12.
  26. ↑ Peirce, Leslie P. (1993). The Imperial Harem: Women and Sovereignty in the Ottoman Empire. Oxford University Press. ISBN 0-19-508677-5.

Bacaan lanjut

  • Peirce, Leslie P., The Imperial Harem: Women and Sovereignty in the Ottoman Empire, Oxford University Press, 1993, ISBN 0-19-508677-5 (paperback).
  • Yavuz Bahadıroğlu, Resimli Osmanlı Tarihi, Nesil Yayınları (Ottoman History with Illustrations, Nesil Publications), 15th Ed., 2009, ISBN 978-975-269-299-2 (Hardcover).

Pranala luar

Ottoman
Jabatan baru
Emine Gülbahar
Valide Sultan (Ibu Suri) Utsmani
30 September 1520 – 19 Maret 1534
Diteruskan oleh:
Nurbanu Sultan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan