Senin, 19 Oktober 2026
08:38 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Penghargaan Perdamaian Lenin

Penghargaan Perdamaian Lenin

Bagikan:
Leninpeace_b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sisi belakang medali Penghargaan Perdamaian Lenin.

Penghargaan Perdamaian Internasional Lenin untuk Upaya Mempererat Perdamaian Antarmanusia (bahasa Rusia:Международная Ленинская премия «За укрепление мира между народами», Mezhdunarodnaya Leninskaya premiya "Za ukreplenie mira mezhdu narodami") adalah penghargaan yang pernah dianugerahkan oleh Uni Soviet yang namanya diambil dari nama revolusioner Rusia, Vladimir Lenin. Penghargaan ini dianugerahkan oleh suatu panel yang ditunjuk oleh pemerintah Uni Soviet kepada orang-orang yang dianggap telah "mempererat perdamaian antarmanusia". Sebelumnya, penghargaan ini bernama Penghargaan Perdamaian Internasional Stalin untuk Upaya Mempererat Perdamaian Antarmanusia, tetapi diubah pada masa pemerintahan Nikita Khrushchev sebagai bagian dari proses destalinisasi.

Penghargaan Perdamaian Lenin dianggap setara dengan Penghargaan Perdamaian Nobel, tetapi penghargaan ini biasanya dianugerahkan kepada beberapa orang sekaligus per tahun daripada hanya kepada satu orang. Penghargaan ini utamanya dianugerahkan kepada para pendukung komunisme dan Uni Soviet yang bukan warga negara Uni Soviet. Prijono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, menerima penghargaan ini pada tahun 1954 dan Presiden Soekarno pada tahun 1960. Sosok terkenal lain yang pernah menerima penghargaan ini adalah Fidel Castro, Salvador Allende, dan Nelson Mandela.

Galeri

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Category:Order of Lenin.
  • Soekarno saat berkunjung ke Uni Soviet. Tampak medali Penghargaan Perdamaian Lenin tersemat di sisi kanan jasnya.
    Soekarno saat berkunjung ke Uni Soviet. Tampak medali Penghargaan Perdamaian Lenin tersemat di sisi kanan jasnya.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan