Jumat, 30 Oktober 2026
12:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Habitat mesik

Habitat mesik

Bagikan:
330px-Cloud_Forest_%2832108298811%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hutan mesik di Puebla, Meksiko

Dalam ekologi, habitat mesik adalah sejenis habitat dengan pasokan kelembapan yang seimbang atau sedang sepanjang musim tanam (misalnya hutan mesik, hutan kayu keras iklim sedang, atau padang rumput kering-mesik). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani mesos yang berarti tengah, yang menunjukkan kandungan kelembapan relatifnya berada di antara habitat hidrik (basah) dan xarik (kering).[1][2] Kata "mesik" dapat diterapkan pada tumbuhan atau tanah di dalam habitat mesik (yaitu tumbuhan mesik, tanah mesik).

Habitat mesik menyediakan kandungan kelembapan sedang yang relatif konstan selama periode pertumbuhan yang krusial. Berbagai faktor luar berkontribusi terhadap keberadaan air dalam sistem tersebut, termasuk sungai dan anak sungainya, padang rumput basah, mata air, rembesan, lahan irigasi, dan habitat dataran tinggi. Faktor-faktor ini secara efektif memberikan perlindungan dari kekeringan selama musim tanam terhadap faktor iklim seperti peningkatan suhu, kurangnya hujan, dan dampak urbanisasi.

Tipe habitat lainnya, seperti hammock mesik, berada di posisi tengah antara dataran rendah aluvial dan bukit pasir atau bukit tanah liat. Habitat-habitat ini sering kali didominasi oleh pohon ek, hikori, dan magnolia. Meskipun demikian, terdapat beberapa habitat yang menunjukkan adaptasi terhadap kebakaran. Hutan pinus alami dapat bertahan di kawasan mesik (dengan drainase sedang) atau hidrik, tetapi dapat pula mencakup tanah liat mesik.

Habitat mesik yang sehat dapat menyimpan air dalam jumlah besar mengingat komposisi tanah lempung subur yang khas[3] serta keberadaan sungai, mata air, dan sebagainya. Hal ini memungkinkan seluruh habitat berfungsi menyerupai spons yang menyimpan air sedemikian rupa sehingga dapat disalurkan ke habitat tetangga sesuai kebutuhan. Pasokan ini membantu menangkap, menyimpan, dan melepaskan air secara perlahan. Pasokan ini turut membantu fasilitasi nutrisi serta memperkuat interaksi komunitas.

Habitat mesik umum dijumpai di wilayah-wilayah yang lebih kering di Amerika Serikat bagian barat, seperti Great Basin, Great Plains, dan Pegunungan Rocky,[4] tempat habitat ini berfungsi sebagai sumber air bagi iklim kering dan habitat gurun di sekitarnya. Habitat mesik yang sehat dapat memberikan manfaat luas bagi komunitas dan habitat sekitar, baik untuk faktor biotik maupun abiotik. Peningkatan cadangan air ini memungkinkan proses-proses ekologis untuk dimulai serta memberikan keseimbangan dan nutrisi agar energi dapat mengalir melalui ekosistem tersebut.

Salah satu jenis tumbuhan penting yang hidup di dalam habitat mesik adalah forb, yang menjadi sumber makanan utama bagi banyak spesies, terutama spesies burung seperti Bonasa umbellus (kuari rumbai).[5] Habitat-habitat ini memainkan peran penting dalam kelimpahan distribusi Centrocercus (kuari sage), dengan memengaruhi lokasi tempat mereka memilih kawasan pembiakan, atau lek.[6]

Habitat mesik mengalami tekanan akibat berbagai aktivitas manusia seperti peternakan; meski demikian, banyak upaya konservasi yang sedang berjalan. Hingga tahun 2010, lebih dari 1.474 peternak telah sepakat untuk bermitra dengan Sage Grouse Initiative di bawah Departemen Pertanian Amerika Serikat untuk melindungi lebih dari 5,6 juta akre habitat mesik.[7] Organisasi Working Lands for Wildlife telah mengembangkan aplikasi interaktif untuk memvisualisasikan sumber daya mesik. SGI Interactive Web App memberi pengguna informasi mengenai upaya konservasi lokal di seluruh jelajah kuari sage.[8] Pelestarian habitat mesik akan mendukung stabilitas dan keberhasilan di dalam ekosistem yang ada.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Dictionary.com | Meanings & Definitions of English Words". Dictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-03.
  2. ↑ "Dictionary.com | Meanings & Definitions of English Words". Dictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-03.
  3. ↑ Veluci, Roberta M.; Neher, Deborah A.; Weicht, Thomas R. (2006-02-01). "Nitrogen Fixation and Leaching of Biological Soil Crust Communities in Mesic Temperate Soils". Microbial Ecology (dalam bahasa Inggris). 51 (2): 189–196. Bibcode:2006MicEc..51..189V. doi:10.1007/s00248-005-0121-3. ISSN 1432-184X. PMID 16453200. S2CID 585414.
  4. ↑ Fernandes, G. Wilson; Price, Peter W. (1992-04-01). "The adaptive significance of insect gall distribution: survivorship of species in xeric and mesic habitats". Oecologia (dalam bahasa Inggris). 90 (1): 14–20. Bibcode:1992Oecol..90...14F. doi:10.1007/BF00317803. ISSN 1432-1939. PMID 28312265. S2CID 11951496.
  5. ↑ Randall, K. J.; Ellison, M. J.; Yelich, J. V.; Price, W. J.; Johnson, T. N. (2022-05-01). "Managing Forbs Preferred by Greater Sage-Grouse and Soil Moisture in Mesic Meadows with Short-Duration Grazing". Rangeland Ecology & Management (dalam bahasa Inggris). 82: 66–75. Bibcode:2022REcoM..82...66R. doi:10.1016/j.rama.2022.02.008. ISSN 1550-7424. S2CID 247877434.
  6. ↑ "Home". Working Lands For Wildlife (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-05-05.
  7. ↑ "Water Is Life: Introducing SGI's Mesic Habitat Conservation Strategy - Sage Grouse Initiative". Sage Grouse Initiative (dalam bahasa American English). 2017-04-05. Diakses tanggal 2017-05-11.
  8. ↑ "SGI Interactive Map". map.sagegrouseinitiative.com. Diakses tanggal 2023-05-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan