Minggu, 11 Oktober 2026
19:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
HMS Indomitable (92)

HMS Indomitable (92)

Bagikan:
Untuk kapal lain dengan nama serupa, lihat HMS Indomitable.
250px-HMS_Indomitable_%2892%29_underway_1943.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
HMS Indomitable di tahun 1943
Sejarah
Britania Raya
Nama Indomitable
Dipesan 6 Juli 1937
Pembangun Vickers-Armstrong, Barrow-in-Furness
Pasang lunas 10 November 1937
Diluncurkan 26 Maret 1940
Mulai berlayar 10 Oktober 1941
Identifikasi Nomor lambung: 92
Nasib Dijual dan dibesituakan, 1955
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Kapal induk kelas Illustrious modifikasi
Berat benaman 23.000 ton panjang (23.000 t) (standar)
Panjang 230 m (754 ft 7 in)
Lebar 29,2 m (95 ft 10 in)
Daya muat 8,8 m (28 ft 10 in)
Tenaga 111.000 tenaga kuda poros (83.000 kW)
Pendorong
Kecepatan 30,5 knot (56,5 km/h; 35,1 mph)
Jangkauan 11.000 nmi (20.000 km; 13.000 mi) pada 14 knot (26 km/h; 16 mph)
Awak kapal
  • 1.392 (awal)
  • 2.100 (nanti)
Senjata
Pesawat yang
diangkut
48–55 pesawat


HMS Indomitable adalah sebuah kapal yang dibangun berdasarkan desain yang telah mengalami modifikasi dari kapal induk kelas Illustrious yang dibangun oleh Angkatan Laut Britania Raya selama perang dunia II. Awal mulanya kapal ini dirancang untuk mengangkut 36 pesawat terbang tetapi diubah desainnya sehingga mampu beroperasi dengan mengangkut 48 unit. Hangar kedua dibangun diatas yang asli sehingga menaikkan ketinggian dek kapal sekitar 4,3 meter.[1]

Sejarah

Peletakan lunas pertama dilakukan pada tanggal 10 November 1937, kemudian diluncurkan pada tanggal 26 Maret 1940 serta penyerahan kepada operator pada tanggal 10 Oktober 1941. Pada saat seremoni pemberian nama kapal ini, Clementine Churchill hadir untuk prosesi tersebut.[2] Pelayaran perdana kapal ini ialah ditugaskan untuk berlayar ke Hindia Barat pada November 1941. Disana, kapal induk ini kandas di terumbu karang dekat Jamaika. Selepas itu, kapal ini tercatat telah beroperasi di beberapa wilayah penjuru dunia antara lain:

Asia Tenggara

Pada 27 Januari 1942, HMS Indomitable dikirimkan ke Asia tenggara dan bergabung dengan Armada Timur yang berbasis di Sri Lanka untuk melakukan pengiriman 50 unit Hawker Hurricane Angkatan Udara Britania Raya ke lapangan udara di Sumatra, Hindia Belanda. Pengiriman ini adalah bala bantuan untuk memperkuat posisi Singapura dari gempuran angkatan militer kekaisaran Jepang.

HMS Indomitable dan kapal saudaranya HMS Formidable adalah aset yang berharga bagi armada timur jauh karena teknologi yang lebih modern serta mutakhir di zamannya.

Mediterania

Pada bulan Juli 1942, kapal ini ditransfer menuju selat Gibraltar dalam operasi Pedestal. Melakukan konvoi bersama kapal perang lainnya untuk menyuplai pulau yang dalam pengepungan yakni Malta. Misi utamanya adalah untuk meluncurkan pesawat terbang Supermarine Spitfire agar mendarat di Malta. Selama operasi di Mediterania, kapal ini menerima banyak kerusakan dari perang. Seperti ledakan dari dua bom berbobot 500 kg dari pesawat blok poros yang menyebabkan kerusakan di mana HMS Indomitable diharuskan untuk mundur, diketahui bahwa pesawat pengebom yang menimbulkan kerusakan pada HMS Indomitable adalah Junkers Ju 87 milik Sturzkampfgeschwader 3.

Lalu setelah selesai diperbaiki pada Februari 1943, HMS Indomitable kembali ditugaskan ke wilayah Mediterania. Disana ia kembali terkena luka dari ledakan torpedo yang berasal dari pesawat pengebom milik Italia Savoia-Marchetti SM.79 Sparviero. Pada saat itu kapal induk ini tengah mendukung pembangunan pasukan sekutu dalam Invasi sekutu ke Sisilia atau operasi Husky.

Referensi

  1. ↑ "Armoured Aircraft Carriers". Armoured Aircraft Carriers in World War II (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-15. Diakses tanggal 2022-11-06.
  2. ↑ "HMS Indomitable, British aircraft carrier, WW2". www.naval-history.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-21. Diakses tanggal 2022-11-06.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai HMS Indomitable (92).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan