Jumat, 23 Oktober 2026
04:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Hering rumbai-putih

Hering rumbai-putih

Bagikan:
Hering rumbai-putih
960px-White_rumped_vulture_in_chitwan_national_park.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Taman Nasional Chitwan, Nepal
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Genus: Gyps
Spesies:
G. bengalensis
Nama binomial
Gyps bengalensis
(Gmelin, JF, 1788)
250px-GypsBengalensisMap.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bekas persebaran hering punggung-putih (ditandai merah)
Sinonim

Pseudogyps bengalensis

Gyps bengalensis atau hering rumbai-putih adalah sebuah burung hering Dunia Lama yang berasal dari Asia Selatan dan Tenggara. Telah terdaftar sebagai Sangat Terancam Punah dalam Daftar merah IUCN sejak tahun 2000, karena populasinya menurun tajam. Burung hering berkulit putih mati karena gagal ginjal yang disebabkan oleh keracunan diklofenak.[1]

Pada 1980-an, populasi global diperkirakan mencapai beberapa juta individu, dan dianggap sebagai "burung pemangsa besar yang paling berlimpah di dunia". Pada 2016, populasi global diperkirakan kurang dari 10.000 individu dewasa.[1]

Karakteristik

Morfologi

Gyps bengalensis berukuran sekitar 75–85 cm. Burung rumbai-putih dewasa ditandai dengan bulu kehitaman. Leher dan punggung bawah kontras berwarna putih. Terdapat bercak putih di punggung. Sebagian besar kepala telanjang berwarna coklat keabu-abuan. Paruh agak pendek dan tebal berwarna gelap dengan rahang atas berwarna abu-abu kebiruan pucat. Saat terbang, sayap tampak sangat lebar dengan jarak jari-jari yang rapat. Ukuran ekor pendek. Sebagian besar bagian dalam sayap sekunder dan primer berwarna keabu-abuan. Bulu bawah sayap berwarna putih dengan tepi depan berwarna hitam.[2]

Burung hering rumbai-putih remaja memiliki warna dominan coklat. Leher berwarna karat-kecoklatan tua. Kepala dan leher sebagian besar tertutup bulu berwarna keputihan. Warna paruh kehitaman. Bagian punggung berwarna kecoklatan tua. Penutup sayap bagian bawah dan tengah bergaris samar-samar lebih pucat. Saat terbang, bulu berwarna gelap agak seragam dengan pita pendek berwarna keputihan di bagian bawah sayap. Tepi depan bulu di bawah sayap lebih gelap daripada bulu di bawah sayap yang lebih besar.[2]

Habitat

Hering rumbai-putih dapat ditemukan pada daerah terbuka, tebing dan sebagian besar dataran rendah tetapi tingginya mencapai 2.600 m.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 BirdLife International (2021). "Gyps bengalensis". IUCN Red List of Threatened Species. 2021 e.T22695194A204618615. Diakses tanggal 20 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 124.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gyps bengalensis.


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan