| Gunung Yake | |
|---|---|
| 焼岳 | |
Gunung Yake tampak dari tepi Danau Taishō | |
| Titik tertinggi | |
| Ketinggian | 2.455 m (8.054 ft)[1] |
| Masuk dalam daftar | |
| Koordinat | 36°13′37″N 137°35′13″E / 36.227°N 137.587°E / 36.227; 137.587[2] |
| Penamaan | |
| Nama terjemahan | Gunung terbakar |
| Bahasa nama | Jepang |
| Geografi | |
| Negara | Jepang |
| Prefektur | Gifu dan Nagano |
| Kawasan lindung | Taman Nasional Chūbu-Sangaku |
| Kota | Takayama dan Matsumoto |
| Pegunungan | Pegunungan Hida |
| Geologi | |
| Usia batuan | 20.000 tahun (Pleistosen Akhir)[3] |
| Jenis gunung | Stratovolkano |
| Jenis batuan | Andesit, dasit[3][2] |
| Letusan terakhir | 11 Februari 1995[4][3] |
| Pendakian | |
| Rute termudah | Pendakian |
Gunung Yake (焼岳, Yake-dake), secara harfiah berarti "gunung yang terbakar", adalah sebuah gunung berapi aktif di Pegunungan Hida, di antara Matsumoto di Prefektur Nagano dan Takayama di Prefektur Gifu, Jepang. Gunung ini merupakan salah satu dari 100 Gunung Terkenal Jepang dengan ketinggian 2.455 meter (8.054 ft)
Geografi
Gunung Yake merupakan gunung berapi paling aktif di Pegunungan Hida. Dua puncak utamanya adalah puncak utara dan selatan, tetapi pengunjung hanya dapat mendaki hingga puncak utara, karena puncak selatan saat ini merupakan area terlarang. Sebuah danau kawah vulkanik terletak di antara kedua puncak tersebut.
Lava dengan viskositas tinggi yang mengalir dari atas Gunung Yake telah membentuk kubah lava.
Panas dari gunung berapi menjadi sumber panas bagi sejumlah pemandian air panas di daerah sekitarnya.
Letusan
Pada tahun 1911, tercatat 22 letusan kecil. Pada tahun 1915, di periode Taishō, terjadi letusan besar yang materialnya membendung Sungai Azusa. Peristiwa tersumbatnya aliran sungai tersebut membentuk sebuah danau yang diberi nama Danau Taishō.[5] Sungai Azusa kini kembali mengalir, tetapi danau tersebut masih tetap eksis.
Pada tahun 1962, terjadi letusan yang menewaskan dua orang yang tinggal di sebuah gubuk kecil di dekat mulut gunung berapi.[5]
Pada tahun 1995, sebuah terowongan dibangun di sisi Prefektur Nagano dari gunung tersebut, melalui Gunung Akandana, yang awalnya dianggap sebagai bagian dari Gunung Yake. Pada pukul 14.25 tanggal 11 Februari, para pekerja mendapati keberadaan gas vulkanik, yang dengan cepat diikuti oleh letusan freatik di Gunung Yake, yang menyebabkan kematian empat orang.[2] Eksplorasi selanjutnya menunjukkan bahwa Gunung Akandana adalah gunung berapi yang berdiri sendiri.
Fumarol aktif masih dijumpai di dekat puncak gunung.
- Pemandangan dari Gunung Hotaka
- Danau kawah vulkanik di antara puncak utara dan selatan
- Puncak utara dan gas vulkanik
Referensi
- ↑ "Topographic map of Mount Yake". opentopomap.org. Diakses tanggal 2023-04-03.
- 1 2 3 "Yakedake". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian.
- 1 2 3 "Yakedake". Survei Geologi Jepang.
- ↑ "Yakedake (Eruption History)". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian.
- 1 2 "Mount Yake Volcano Disaster Prevention" (dalam bahasa Jepang). Ministry of Land, Infrastructure and Transport. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-02.
Pranala luar
- Yakedake - Japan Meteorological Agency (dalam bahasa Jepang)
- "Yakedake: National catalogue of the active volcanoes in Japan" (PDF). - Japan Meteorological Agency
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Geografis | |