Minggu, 25 Oktober 2026
19:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Gunung Nantai

Gunung Nantai

gunung di Jepang

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
500px-Mount_Nantai_%28Mount_Tsukuba%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Gunung Nantai (男体山) (Nantai-san) atau Gunung Futara (二荒山) (Futāra-san) adalah sebuah gunung berapi di Taman Nasional Nikkō di Prefektur Tochigi di pusat Honshū, pulau utama Jepang. Gunung ini memiliki tinggi 2.486 meter (8.156 kaki). Sebuah landmark yang menonjol, dapat dilihat pada hari yang cerah dari Saitama, sebuah kota yang terletak 100 km (62 mil).

Selain Gunung Nikkō-Shirane, Gunung Nantai adalah salah satu gunung vulkanik, terbaru di Taman Nasional. Studi ilmiah tentang struktur geologis gunung berapi dimulai pada tahun 1957 dan telah menetapkan bahwa gunung itu terbentuk sekitar 23.000 tahun lalu dan letusan terakhirnya adalah 7.000 tahun yang lalu. Gunung berapi ini diklasifikasikan sebagai gunung api aktif oleh Badan Meteorologi Jepang pada Juni 2017.

Sejak pendakian pertama oleh biarawan Buddha Shōdō Shōnin pada abad ke-8 Masehi, Gunung Nantai telah menjadi gunung suci dalam kepercayaan Buddhisme dan Shinto. Gunung Nantai saat ini diawasi oleh Futarasan jinja, sebuah kuil Shinto yang go-shintai (御神体) membentuk Gunung Nantai. Bersama dengan Nikkō Tōshō-gū dan Rinnō-ji, situs ini membentuk Kuil Buddha dan Shinto di Nikkō, Situs Warisan Dunia UNESCO.

Penambangan arkeologis yang dilakukan di sini dari abad ke-19 hingga ke-20 telah menemukan banyak artefak, yang berasal dari akhir periode Nara pada abad ke-8 Masehi hingga periode Edo dari abad 17 hingga ke-19. Beberapa diantaranya telah dinyatakan sebagai Properti Budaya Penting oleh Agensi Kebudayaan Jepang. Gunung Nantai adalah salah satu dari 100 Gunung terkenal Jepang yang ditulis oleh pendaki dan penulis Kyūya Fukada.[1]

Toponimia

500px-Mount_nantai_and_lake_chuzenji.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Secara harfiah, dua karakter kanji yang membentuk nama, 男 dan 体, berarti "man" dan "body", sehingga kata 男体 jika digabungkan berarti "tubuh laki-laki". Gunung Nantai dikatakan telah menjadi ayah dari keluarga dewa gunung di Shinto, di mana Gunung Nyohō yang berdekatan adalah ibu dan Gunung Tarō adalah putra tertua.

Trekking

Gunung ini populer dikalangan wisatawan. Jalur menuju puncak dimulai melalui gerbang di Chūgushi di Kuil Futarasan (中宮祠, kuil tengah) dan dibuka antara 5 Mei dan 25 Oktober. Gunung Nantai adalah salah satu dari 100 gunung yang terkenal di Jepang.[2]

Aktivitas Vulkanik

Pada September 2008, Badan Meteorologi Jepang diminta untuk mengklasifikasikan kembali Gunung Nantai sebagai gunung "aktif", berdasarkan penelitian Yasuo Ishizaki dan rekan-rekannya dari Universitas Toyama yang menunjukkan bukti erupsi sekitar 7.000 tahun yang lalu.

Gunung Nantai sebagai Gunung Suci

Para arkeolog menegaskan bahwa selama periode Yayoi go-shintai (御神体) yang paling umum (sebuah yorishiro yang menampung kami) di kuil-kuil Shinto pertama adalah puncak gunung yang berdekatan yang menyediakan air dengan sungai-sungai, ke dataran rendah di mana orang tinggal.

Gunung Nantai merupakan go-shintai dari Kuil Futarasan, dan kuil ini adalah contoh penting dari jenis kultus gunung kuno ini. Secara signifikan, nama Nantai (男体) sendiri berarti "tubuh manusia". Pegunungan ini tidak hanya menyediakan air untuk lumpur beras di bawahnya, tetapi juga memiliki bentuk tongkat batu phallic yang ditemukan di situs-situs pre-agricultural Jōmon.

Referensi

  1. ↑ "Mount Nantai". Wikipedia.
  2. ↑ "Rekomendasi Wisata Terbaik di Nikko yang Menarik untuk Dikunjungi". Cityawesome.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan