Senin, 19 Oktober 2026
23:59 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Gunung Kartala

Gunung Kartala

sebuah gunung di Komoro

Bagikan:
Kartala
330px-Karthala_volcano-Comoros.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karthala volcano crater in November 2006
Titik tertinggi
Ketinggian2.361 m (7.746 ft)[1]
Puncak2.361 m (7.746 ft)[1]
Masuk dalam daftarUltra
Country high point
Geografi
Geologi
Jenis gunungShield volcano (active)
Letusan terakhir2007

Kartala (bahasa Arab: القرطالة, bahasa Inggris: Karthala) adalah sebuah gunung berapi yang ada di pulau Komoro Besar, Kepulauan Komoro, Komoro. Gunung ini merupakan gunung tertinggi yang ada di pulau Komoro Besar, dan tertinggi pula di Kepulauan Komoro. Gunung ini terletak di bagian selatan pulau Komoro Besar.

Erupsi

April 2005

Pada 16 April 2005 terjadi erupsi di gunung Kartala yang berpotensi mengeluarkan lava dan gas beracun.[2] Akibat erupsi ini, sekitar 40.000 penduduk Komoro Besar harus diungsikan.

Letusan tersebut secara total mengubah bentuk kawah gunung Kartala, meninggalkan jejak debu vulkanik berwarna abu-abu di sekitar kawah, kaldera yang ada menjadi terlihat lebih luas dan dalam. Letusan itu juga mengakibatkan kawah terbesar yang terbentuk pada erupsi tahun 1991 menghilang dan tak terlihat lagi.

Mei 2006

Pada 29 Mei 2006 gunung ini kembali menunjukkan tanda-tanda akan meletus, penduduk sekitar Moroni melihat ada aktivitas lava di sekitar kawah gunung Kartala.[3] Letusan gunung setinggi 2.361 meter dari atas permukaan laut ini tidak menimbulkan korban. Tapi saat itu sejumlah warga Moroni, ibu kota Komoro, yang berada 15 kilometer dari kawah gunung berramai-ramai mengungsi.[4] Hingga tanggal 1 Juni 2006, gunung ini masuh menyemburkan lava pijar. Pemandangan langit yang menyala membuat warga setempat lari berhamburan ke jalan-jalan.[5] Kendati demikian aktivitas vulkanik gunung yang meletus pada Ahad tanggal 4 Juni 2006 itu telah berkurang, gejala vulkanik terjadi dalam beberapa hari namun akhirnya gejala inipun reda.[2][4][6][7]

Flora dan fauna

Gunung ini ditutupi oleh hutan hujan cemara dan memiliki ketinggian sampai sekitar 1800 meter di atas permukaan laut. Vegetasi didominasi pula oleh pohon-pohon kerdil dan semak belukar di sini pula tanaman semak belukar raksasa Erica comorensis tumbuh.

Banyak dari spesies tumbuhan dan hewan yang hanya ditemukan di gunung Kartala, dan empat spesies burung khas Komoro hanya ditemukan di lereng Gunung Kartala, yaitu: Humblot's Flycatcher, Comoro White-eye, Comoro Drongo dan burung hantu scops kartala.

Hutan hujan di gunung ini terancam kelestariannya diakibatkan oleh penebangan dan perluasan lahan pertanian.

Referensi

  1. 1 2 Listed as "Le Kartala" on Peaklist.org Retrieved 27 September 2011
  2. 1 2 (Inggris) "Pantauan bulanan gunung Kartala". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-17. Diakses tanggal 14-5-2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. ↑ "COMOROS-VOLCANO". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-04. Diakses tanggal 2013-05-14.
  4. 1 2 (Indonesia) Liputan 6 online "Gunung Karthala Masih Menyemburkan Lava Pijar". Diakses tanggal 15-5-2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  5. ↑ (Indonesia) Gatra online "Gunung Comoros Keluarkan Lahar". Diakses tanggal 15-5-2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  6. ↑ (Inggris) Volcano Discovery "Karthala eruption news & updates (Comores Islands, Indian Ocean)". Diakses tanggal 14-5-2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  7. ↑ berita erupsi Kartala di alertnet.org

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan