Minggu, 18 Oktober 2026
16:43 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Gunung Yake

Gunung Yake

gunung berapi di Jepang

Bagikan:
Gunung Yake
焼岳
330px-Yakedake01s2010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gunung Yake tampak dari tepi Danau Taishō
Titik tertinggi
Ketinggian2.455 m (8.054 ft)[1]
Masuk dalam daftar
Koordinat36°13′37″N 137°35′13″E / 36.227°N 137.587°E / 36.227; 137.587[2]
Penamaan
Nama terjemahanGunung terbakar
Bahasa namaJepang
Geografi
Gunung Yake di Jepang
Gunung Yake
Gunung Yake
Lokasi di Jepang
NegaraJepang
PrefekturGifu dan Nagano
Kawasan lindungTaman Nasional Chūbu-Sangaku
KotaTakayama dan Matsumoto
PegununganPegunungan Hida
Geologi
Usia batuan20.000 tahun (Pleistosen Akhir)[3]
Jenis gunungStratovolkano
Jenis batuanAndesit, dasit[3][2]
Letusan terakhir11 Februari 1995[4][3]
Pendakian
Rute termudahPendakian

Gunung Yake (焼岳, Yake-dake), secara harfiah berarti "gunung yang terbakar", adalah sebuah gunung berapi aktif di Pegunungan Hida, di antara Matsumoto di Prefektur Nagano dan Takayama di Prefektur Gifu, Jepang. Gunung ini merupakan salah satu dari 100 Gunung Terkenal Jepang dengan ketinggian 2.455 meter (8.054 ft)

Geografi

Gunung Yake merupakan gunung berapi paling aktif di Pegunungan Hida. Dua puncak utamanya adalah puncak utara dan selatan, tetapi pengunjung hanya dapat mendaki hingga puncak utara, karena puncak selatan saat ini merupakan area terlarang. Sebuah danau kawah vulkanik terletak di antara kedua puncak tersebut.

Lava dengan viskositas tinggi yang mengalir dari atas Gunung Yake telah membentuk kubah lava.

Panas dari gunung berapi menjadi sumber panas bagi sejumlah pemandian air panas di daerah sekitarnya.

Letusan

Pada tahun 1911, tercatat 22 letusan kecil. Pada tahun 1915, di periode Taishō, terjadi letusan besar yang materialnya membendung Sungai Azusa. Peristiwa tersumbatnya aliran sungai tersebut membentuk sebuah danau yang diberi nama Danau Taishō.[5] Sungai Azusa kini kembali mengalir, tetapi danau tersebut masih tetap eksis.

Pada tahun 1962, terjadi letusan yang menewaskan dua orang yang tinggal di sebuah gubuk kecil di dekat mulut gunung berapi.[5]

Pada tahun 1995, sebuah terowongan dibangun di sisi Prefektur Nagano dari gunung tersebut, melalui Gunung Akandana, yang awalnya dianggap sebagai bagian dari Gunung Yake. Pada pukul 14.25 tanggal 11 Februari, para pekerja mendapati keberadaan gas vulkanik, yang dengan cepat diikuti oleh letusan freatik di Gunung Yake, yang menyebabkan kematian empat orang.[2] Eksplorasi selanjutnya menunjukkan bahwa Gunung Akandana adalah gunung berapi yang berdiri sendiri.

Fumarol aktif masih dijumpai di dekat puncak gunung.


Referensi

  1. ↑ "Topographic map of Mount Yake". opentopomap.org. Diakses tanggal 2023-04-03.
  2. 1 2 3 "Yakedake". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian.
  3. 1 2 3 "Yakedake". Survei Geologi Jepang.
  4. ↑ "Yakedake (Eruption History)". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian.
  5. 1 2 "Mount Yake Volcano Disaster Prevention" (dalam bahasa Jepang). Ministry of Land, Infrastructure and Transport. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-02.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan