Senin, 26 Oktober 2026
10:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Gunung Ruapehu

Gunung Ruapehu

gunung di Selandia Baru

Bagikan:
Gunung Ruapehu
330px-Tongariro_Northern_Circuit%2C_New_Zealand_%285%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Titik tertinggi
Ketinggian2.797 m (9.177 ft)[1]
Puncak2.797 m (9.177 ft)
Koordinat39°17′S 175°34′E / 39.283°S 175.567°E / -39.283; 175.567
Penamaan
Bahasa namaMaori
Geografi
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Gunung_Ruapehu&revid=29976637&groups=_efe0c2ac323ba23010ae88decf02847739a2afd2&parser=parsoid
Geologi
Usia batuan~200,000 tahun[1]
Jenis gunungGunung berapi kerucut
Letusan terakhir25 September 2007
Pendakian
Pendakian pertama1879 oleh G. Beetham dan J. P. Maxwell
Rute termudahPendakian

Gunung Ruapehu (bahasa Inggris:Mount Ruapehu) adalah sebuah gunung berapi kerucut aktif di ujung selatan Zona Vulkanik Taupo di Selandia Baru. Itu adalah 23 kilometer (14 mil) timur laut Ohakune dan 23 km (14 mil) barat daya pantai selatan Danau Taupo, di dalam Taman Nasional Tongariro. Resor ski utama Pulau Utara dan satu-satunya gletser ada di lerengnya.

Ruapehu, gunung berapi aktif terbesar di Selandia Baru, adalah titik tertinggi di Pulau Utara dan memiliki tiga puncak utama: Tahurangi (2.797 m), Te Heuheu (2.755 m) dan Paretetaitonga (2.751 m). Kawah yang dalam dan aktif berada di antara puncak dan terisi air antara letusan besar, yang dikenal sebagai Danau Kawah (bahasa Maori:Te Wai ā-moe).

Geografi

Ruapehu berlokasi di pusat Pulau Utara di Selandia Baru, di dalam Taman Nasional Tongariro. Terdapat tiga akses menuju Ruapehu dan setiap jalur tersebut mengarah ke kawasan ski yang terdapat di lereng gunung. Salah satunya mengarah ke Whakapapa di kawasan utara, yang lainnya mengarah ke Turoa, dan satu lagi mengarah ke Tukino.[2]

Kawah Ruapehu, bernama Danau Kawah (Te Wai a-moe), diisi dengan danau asam yang hangat. Danau tersebut merupakan asal dari Sungai Whangaehu yang dikenal atas lahar dingin yang ketika Ruapehu erupsi.[3]

Gletser

Terdapat 18 gletser di Ruapehu dengan enam diantaranya sudah dinamai.[4] Gletser di Ruapehu sangat sensitif terhadap perubahan dari iklim. Survei terhadap gletser yang dilakukan sejak 1955 menunjukan bahwa semua gletser meleleh.[5]

Referensi

  1. 1 2 "Ruapehu". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian. Diakses tanggal 2016-11-12.
  2. ↑ "How to get to Tukino - Tukino Skifield - Mt Ruapehu, NZ". Tukino Skifield. Diakses tanggal 28 Juli 2021.
  3. ↑ Purves, A. M. (1990). Landscape Ecology of the Rangipo Desert. Massey University.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Chinn, T. J. (2001). "Distribution of the Glacial Water Resources of New Zealand". Journal of Hydrology (New Zealand). 40 (2): 139–187.
  5. ↑ Keys, H (1988). "1988 Survey of the Glaciers in Mt Ruapehu, Tongariro National Park - A Baseline for Detecting Threats of Climate Change". Department of Conservation Science and Research Internal Report 24.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Mount Ruapehu.
40px-Flag-map_of_New_Zealand.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Selandia Baru ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan