Senin, 26 Oktober 2026
14:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Guinea (koin)

Guinea (koin)

Bagikan:
250px-Guinea_641642.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Charles II dalam sebuah koin guinea

Guinea adalah sebuah koin yang kira-kira seperempat ons emas dan dicetak di Inggris sejak tahun 1663 hingga 1814.[1] Koin ini yang awalnya bernilai satu pound sterling, sama dengan dua puluh shilling, tetapi peningkatan harga emas relatif terhadap perak menyebabkan nilai guinea meningkat, hingga setinggi tiga puluh shilling. Sejak 1717 hingga 1816, nilainya secara resmi ditetapkan sebesar dua puluh satu shilling. Kemudian, Inggris mengadopsi standar emas dan guinea menjadi bahasa sehari-hari atau istilah khusus.

Nama ini berasal dari wilayah Guinea di Afrika Barat, di mana emas yang digunakan untuk membuat koin berasal.[2] Meskipun tidak lagi beredar, istilah guinea bertahan di beberapa kalangan, terutama pacuan kuda, dan penjualan domba. Nama ini juga membentuk dasar kata dari bahasa Arab untuk Pound Mesir الجنيه el-Genēh / el-Geni, yang memiliki nilai 100 qirsh (1 pon) senilai sekitar 21 shilling pada akhir abad ke-19.

Lihat pula

  • Pound Mesir, nama asli berasal dari kata guinea, yang kira-kira memiliki nilai yang sama pada akhir abad ke-19.

Referensi

  1. ↑ Roberts, Chris (2006). Heavy Words Lightly Thrown: The Reason Behind Rhyme. Thorndike Press. ISBN 0-7862-8517-6.
  2. ↑ Chambers, Robert (1885).

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan