Minggu, 01 November 2026
08:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gugus bola

Gugus bola

Bagikan:
330px-A_Swarm_of_Ancient_Stars_-_GPN-2000-000930.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Messier 80 gugus bola di rasi bintang Scorpius terletak kurang lebih 28,000 tahun cahaya dari matahari dan memiliki ratusan ribu bintang.[1]

Gugus bola adalah kumpulan bintang yang berbentuk bola mengorbit inti galaksi sebagai satelit. Gugus bola sangat erat terikat oleh gravitasi, yang membuatnya berbentuk bulat dan kepadatan bintang yang relatif tinggi terhadap pusat galaksi. Nama kategori gugus bintang ini berasal dari bahasa Latin globulus-bola kecil.

Sejarah Penemuan

Gugus bola pertama yang diketahui, yang kini disebut M 22, ditemukan pada tahun 1665 oleh Abraham Ihle, seorang astronom amatir Jerman.[1] Gugus Omega Centauri yang mudah terlihat di langit selatan dengan mata telanjang, dikenal oleh astronom kuno seperti Ptolemy sebagai bintang, namun diklasifikasi ulang sebagai nebula oleh Edmond Halley pada tahun 1677, kemudian akhirnya sebagai gugus bola pada awal abad ke-19 oleh John Herschel.[2]

Distribusi di Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti mengandung lebih dari 150 gugus bola yang tersebar dalam halo yang hampir berbentuk bola mengelilingi galaksi, dengan relatif sedikit yang berada menuju bidang galaksi.[3] Banyak gugus bola di Bima Sakti berada dalam orbit retrograde, artinya mereka mengorbit pusat galaksi dalam arah yang berlawanan dengan sebagian besar objek di Bima Sakti.[4]

Usia dan Komposisi Kimia

Usia semua gugus bola yang telah diukur berkisar dari 11 miliar hingga 13 miliar tahun, menjadikan mereka objek tertua di Galaksi.[5] Bintang-bintang dalam gugus bola sangat miskin logam, yang berarti mereka memiliki jumlah elemen yang lebih berat dari helium yang sangat sedikit dibandingkan dengan medium antarbintang sekitarnya.[6] Gugus bola mengandung elemen yang lebih berat dari helium hanya sekitar 0,02 persen, sementara gas antarbintang di lingkungan tata surya mengandung sekitar 2 persen massa elemen yang sama.[7]

Peran dalam Penelitian Astronomi

Dalam penggunaan awal (1915-1919) gugus bola dalam studi struktur galaksi, Harlow Shapley menurunkan jarak untuk banyak gugus bola dan berargumentasi bahwa objek masif seperti gugus bola kemungkinan besar berpusat di sekitar pusat galaksi, sehingga pusat Bima Sakti berjarak 15 kpc dari Matahari menuju Sagittarius.[8]

Klasifikasi dan Morfologi

Pada tahun 1927-1929, Shapley dan Sawyer mengkategorikan gugus berdasarkan tingkat konsentrasi bintang menuju setiap inti. Sistem mereka, yang dikenal sebagai Shapley–Sawyer Concentration Class, mengidentifikasi gugus paling terkonsentrasi sebagai Kelas I dan berkisar hingga Kelas XII yang paling tersebar.[9]

Referensi

  1. 1 2 "Hubble Images a Swarm of Ancient Stars". HubbleSite News Desk. Space Telescope Science Institute. 1999-07-01. Diakses tanggal 2006-05-26.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. ↑ "Globular cluster". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-11-01.
  3. ↑ "Globular cluster | Astronomy, Star Formation & Galaxies | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
  4. ↑ "Star Clusters: Inside the Universe's Stellar Collections - NASA Science" (dalam bahasa American English). 2023-05-03. Diakses tanggal 2025-11-28.
  5. ↑ "Globular cluster | Astronomy, Star Formation & Galaxies | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
  6. ↑ Briggs, Andy (2025-08-29). "What's a globular cluster? The Milky Way has about 150" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-28.
  7. ↑ "Globular cluster | Astronomy, Star Formation & Galaxies | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.
  8. ↑ "Galatic Structure, Globular Clusters". ned.ipac.caltech.edu. Diakses tanggal 2025-11-28.
  9. ↑ "Globular cluster". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-11-01.

Sumber Umum

Buku

  • (Inggris) Binney, James; Tremaine, Scott (1987). Galactic Dynamics (Edisi First). Princeton, New Jersey: Princeton University Press. ISBN 0-691-08444-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  • (Inggris) Heggie, Douglas; Hut, Piet (2003). The Gravitational Million-Body Problem: A Multidisciplinary Approach to Star Cluster Dynamics. Cambridge University Press. ISBN 0-521-77486-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  • (Inggris) Spitzer, Lyman (1987). Dynamical Evolution of Globular Clusters. Princeton, New Jersey: Princeton University Press. ISBN 0-691-08460-2.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan