Selasa, 27 Oktober 2026
04:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Gua Akbar

gua di Jawa Timur, Indonesia

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Gua Akbar" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Infotaula de geografia políticaGua Akbar
gua Suntingan nilai di Wikidata
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Gua_Akbar&revid=30017829&groups=_81c5e5185afb28a199f4a6bcc28cc3a49d32f89c&parser=parsoidKoordinat: 6°54′19.51582″S 112°3′37.99663″E / 6.9054210611°S 112.0605546194°E / -6.9054210611; 112.0605546194 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJawa Timur
KabupatenTuban
KecamatanSemanding Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Gua Akbar merupakan salah satu objek wisata goa alami yang terletak di kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur. Goa ini unik karena tidak seperti goa-goa pada umumnya yang terletak di pinggiran kota, goa ini terletak di tengah kota kabupaten Tuban. Objek wisata ini terletak di jalan Semarang-Surabaya, tepatnya di belakang Pasar Baru Tuban.

Ada beberapa versi tentang nama Goa Akbar sendiri. Versi yang pertama mengatakan bahawa nama Akbar sendiri diambil dari nama tanaman abar atau akbar yang tumbuh di mulut goa. Ada juga versi yang mengatakan nama akbar sendiri berasal dari kata "ngabar" yang dalam bahasa Jawa kuno ada yang memaknai 'latihan' tetapi ada juga yang memaknai 'menguap' atau hilang. yang mana menurut kisah di goa inilah para prajurit Ronggolawe dilatih olah Kanoragan untuk menghadapi pasukan Majapahit, di sinilah mereka 'ngabar' atau menghilang dari perhatian musuh. Ini dikuatan dengan adanya nama Dusun Ngabar yang masuk Desa Gedongombo. Ada pula versi yang mengatakan nama Akbar diambil dari kisah Sunan Bonang saat diajak Raden Said putra adipati Tuban, atau yang kita kenal dengan Sunan Kalijogo, mengunjungi goa ini. Saat itu, setelah diusir dari keraton, Raden Said tinggal di goa ini sebelum diambil murid oleh Sunan Bonang. "Allahu Akbar," itulah ucapan Sunan Bonang setelah melihat keindahan goa ini.

Pada mulanya tempat ini tidak mendapatkan perhatian serius dari masyarakat. Bahkan pada tahun 1984 goa ini mengalami kerusakan parah karena adanya pembangunan Pasar Baru Tuban di atas goa ini. Dampaknya, sampah pasar hingga tinja manusia dibuang ke dalam goa ini. Baru pada masa bupati Sjoekoer Soetomo pada 1995 dilakukan pembersihan yang dilanjutkan bupati Hindarto hingga dibuka sebagai tempat wisata pada 1995.

Pranala luar

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan