Rabu, 04 November 2026
07:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Grup No. 5 RAF

Grup No. 5 RAF

Bagikan:
Grup No. 5 (Pengebom) RAF
Grup No. 5 (Operasi) RAF
No. 5 (Bomber) Group RAF
No. 5 (Operations) Group RAF
250px-Air_Force_Ensign_of_the_United_Kingdom.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panji Royal Air Force
Aktif1 April 1918 – 15 Mei 1919
1 September 1937 – 15 Desember 1945
Negara Britania Raya
Cabang Angkatan Udara Britania Raya
Tipe unitGrup Royal Air Force
PeranPengeboman strategis dan pengeboman taktis
Bagian dariKomando Pengebom RAF
Markas Besar GrupSt Vincents Hall
(Oktober 1937 – November 1943)
Morton Hall, Swinderby
(November 1943 – Desember 1945)
MotoUndaunted[1]
Tokoh
Tokoh berjasaMarsekal Muda Arthur Travers "Bomber" Harris
Marsekal Muda Ralph Cochrane
Insignia
Lencana grupSeekor singa rampant

Grup No. 5 RAF (5 Gp) adalah sebuah grup pengebom Angkatan Udara Britania Raya pada masa Perang Dunia II, yang dipimpin pada bagian akhir (Februari 1943 – 1945) oleh Marsekal Muda Sir Ralph Cochrane.

Sejarah

Ikhtisar

Grup ini dibentuk pada 1 September 1937, dengan markas besarnya di RAF Mildenhall, di Suffolk. Pada bulan Oktober tahun yang sama, markas besar (HQ) grup ini dipindahkan ke St Vincents Hall di Grantham, Lincolnshire. Selama Perang Dunia Kedua, Grup 5 utamanya terkonsentrasi di Lincolnshire selatan (sedangkan Grup 1 lebih terkonsentrasi di bagian utara county tersebut).[2] Sebagian besar lapangan udara Grup 5 berada di sekitar Lincoln, termasuk RAF Scampton.

Pada akhir Perang Dunia Kedua, Grup ini telah berkembang menjadi 18 skuadron, 17 dilengkapi dengan Avro Lancaster dan satu dengan De Havilland Mosquito. Selama perang, grup ini juga mencakup proporsi personel Royal Australian Air Force (atau kelahiran Australia di RAF), baik awak udara maupun staf darat, yang terkonsentrasi dalam tiga "skuadron Pasal XV]]": Skuadron No. 455 RAAF dari Agustus 1941–April 1942;[3] Skuadron No. 463 RAAF dari November 1943; dan Skuadron No. 467 RAAF dari November 1942.[4] Grup ini juga terkenal mencakup Skuadron No. 617 yang elite, yang mungkin lebih dikenal sebagai "The Dambusters". Skuadron 617 dibentuk pada Maret 1943, dan terdiri dari personel awak udara RAF, RAAF, RCAF dan RNZAF, yang telah dipilih secara khusus dari skuadron-skuadron di seluruh Komando Pengebom.

Dipimpin oleh Skuadron 617, Grup ini sering kali terlibat dalam misi-misi khusus, menggunakan senjata baru, seperti bom pantul karya Sir Barnes Wallis, dan dua jenis "bom gempa": Tallboy dan Grand Slam.

Referensi

Sitasi

  1. ↑ Pine 1983, hlm. 241.
  2. ↑ Otter 1996, hlm. 15.
  3. ↑ Pada April 1942, Skuadron 455 RAAF dipindahkan dari Grup 5 (Komando Pengebom) ke Grup 18, Komando Pesisir.
  4. ↑ Middlebrook, Martin; Everitt, Chris (1996). The bomber command war diaries: an operational reference book, 1939-1945. Leicester: Midland. ISBN 978-1-85780-033-3.

Bibliografi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan