Sabtu, 07 November 2026
07:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Groyne

Bagikan:

Groyne atau groin adalah struktur memanjang yang dibangun tegak lurus terhadap garis pantai dan menjorok ke laut, dengan tujuan utama untuk mencegah erosi pantai dan mengendalikan pergerakan sedimen akibat longshore drift (gerakan arus sejajar pantai). Struktur ini biasanya terbuat dari batu, beton, baja, atau kayu, dan sering digunakan dalam rekayasa pantai untuk menjaga kestabilan garis pantai.

Fungsi dan Cara Kerja

Groyne bekerja dengan memecah energi arus sejajar pantai, sehingga menurunkan kecepatan aliran dan memungkinkan sedimen yang terbawa arus mengendap di sisi hilir groyne. Hal ini menyebabkan akumulasi pasir di satu sisi (biasanya sisi naik arus) dan dapat menyebabkan erosi di sisi sebaliknya (sisi turun arus).[1]

Jenis

Beberapa jenis groyne berdasarkan bahan dan bentuknya meliputi:

  • Groyne kayu: Umumnya digunakan pada pantai berenergi rendah.
  • Groyne batu (rock groyne): Tersusun dari batu-batu besar, cocok untuk pantai dengan energi gelombang tinggi.
  • Groyne beton atau baja: Lebih tahan lama, namun lebih mahal dalam pembangunan dan pemeliharaan.
  • Submerged groyne: Dibangun sebagian di bawah permukaan air untuk mengurangi dampak visual dan lingkungan.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Meningkatkan akumulasi pasir di sisi tertentu pantai.
  • Mencegah abrasi di area tertentu.
  • Relatif murah dibandingkan metode proteksi pantai lainnya seperti seawall.[2]

Kekurangan:

  • Dapat menyebabkan erosi di sisi hilir (downdrift erosion).
  • Mengganggu estetika pantai alami.
  • Memerlukan pemeliharaan berkala.

Penggunaan di Dunia

Groyne digunakan secara luas di berbagai negara pesisir, termasuk:

  • Belanda – sebagai bagian dari sistem perlindungan pantai terpadu.
  • Inggris – banyak digunakan di Pantai Brighton dan Pantai Bournemouth.
  • Indonesia – digunakan di wilayah pantai utara Pulau Jawa untuk menahan abrasi.[3]

Perbandingan dengan Struktur Lain

  • Breakwater dibangun sejajar garis pantai, bukan tegak lurus seperti groyne.
  • Seawall merupakan dinding pelindung langsung di garis pantai.
  • Jetty lebih besar dan biasanya dibangun untuk melindungi muara sungai atau pelabuhan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Dean, Robert G.; Dalrymple, Robert A. (2002). Coastal Processes with Engineering Applications. Cambridge University Press. ISBN 978-0521603316.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  2. ↑ Beach Management Manual. CIRIA. 1996. ISBN 9780860174687.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  3. ↑ Triatmodjo, Bambang (2005). "Pengendalian Abrasi Pantai dengan Groyne dan Revetment". Jurnal Teknik Sipil. 12 (3): 201–210.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan