Selasa, 22 September 2026
16:42 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Groyne

Groyne atau groin adalah struktur memanjang yang dibangun tegak lurus terhadap garis pantai dan menjorok ke laut, dengan tujuan utama untuk mencegah erosi pantai dan mengendalikan pergerakan sedimen akibat longshore drift (gerakan arus sejajar pantai). Struktur ini biasanya terbuat dari batu, beton, baja, atau kayu, dan sering digunakan dalam rekayasa pantai untuk menjaga kestabilan garis pantai.

Fungsi dan Cara Kerja

Groyne bekerja dengan memecah energi arus sejajar pantai, sehingga menurunkan kecepatan aliran dan memungkinkan sedimen yang terbawa arus mengendap di sisi hilir groyne. Hal ini menyebabkan akumulasi pasir di satu sisi (biasanya sisi naik arus) dan dapat menyebabkan erosi di sisi sebaliknya (sisi turun arus).[1]

Jenis

Beberapa jenis groyne berdasarkan bahan dan bentuknya meliputi:

  • Groyne kayu: Umumnya digunakan pada pantai berenergi rendah.
  • Groyne batu (rock groyne): Tersusun dari batu-batu besar, cocok untuk pantai dengan energi gelombang tinggi.
  • Groyne beton atau baja: Lebih tahan lama, namun lebih mahal dalam pembangunan dan pemeliharaan.
  • Submerged groyne: Dibangun sebagian di bawah permukaan air untuk mengurangi dampak visual dan lingkungan.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Meningkatkan akumulasi pasir di sisi tertentu pantai.
  • Mencegah abrasi di area tertentu.
  • Relatif murah dibandingkan metode proteksi pantai lainnya seperti seawall.[2]

Kekurangan:

  • Dapat menyebabkan erosi di sisi hilir (downdrift erosion).
  • Mengganggu estetika pantai alami.
  • Memerlukan pemeliharaan berkala.

Penggunaan di Dunia

Groyne digunakan secara luas di berbagai negara pesisir, termasuk:

  • Belanda – sebagai bagian dari sistem perlindungan pantai terpadu.
  • Inggris – banyak digunakan di Pantai Brighton dan Pantai Bournemouth.
  • Indonesia – digunakan di wilayah pantai utara Pulau Jawa untuk menahan abrasi.[3]

Perbandingan dengan Struktur Lain

  • Breakwater dibangun sejajar garis pantai, bukan tegak lurus seperti groyne.
  • Seawall merupakan dinding pelindung langsung di garis pantai.
  • Jetty lebih besar dan biasanya dibangun untuk melindungi muara sungai atau pelabuhan.

Lihat pula

Referensi

  1. Dean, Robert G.; Dalrymple, Robert A. (2002). Coastal Processes with Engineering Applications. Cambridge University Press. ISBN 978-0521603316.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  2. Beach Management Manual. CIRIA. 1996. ISBN 9780860174687.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  3. Triatmodjo, Bambang (2005). "Pengendalian Abrasi Pantai dengan Groyne dan Revetment". Jurnal Teknik Sipil. 12 (3): 201–210.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan