Sabtu, 26 September 2026
14:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Groupe ADP

Groupe ADP

Perusahaan pengelolaan bandara asal PrancisTemplat:SHORTDESC:Perusahaan pengelolaan bandara asal Prancis
Groupe ADP
250px-Groupe_ADP_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisSociété anonyme
Euronext: ADP
Komponen CAC Mid 60
IndustrIDirgantara
Kantor pusat,
Tokoh kunci
Augustin de Romanet de Beaune, CEO
ProdukPengelolaan bandar udara
PendapatanKenaikan €4,700 miliar (2019)[1]
Penurunan €1,081 miliar (2019)[1]
Penurunan €588 juta (2019)[1]
Total asetKenaikan €16,793 miliar (2019)[2]
PemilikPemerintah Prancis (50,6%)
Jumlah karyawan
26.122 (2019)[2]

Groupe ADP, sebelumnya bernama Aéroports de Paris atau ADP, adalah sebuah perusahaan pengelolaan bandara yang berkantor pusat di Paris, Prancis. Groupe ADP memiliki dan mengelola Bandara Charles de Gaulle, Bandara Orly, dan Bandara Le Bourget melalui merek Paris Aéroport sejak tahun 2016.

Groupe ADP mengoperasikan 26 bandara internasional di seluruh dunia. Perusahaan ini juga memegang 46,1% saham TAV Airports Holding dan 8% saham Schiphol Group. Sejak tahun 2012, CEO dari perusahaan ini adalah Augustin de Romanet. Groupe ADP dimiliki oleh Aéroports de Paris SA, yang melantai di Euronext Paris.[3]

Sejarah

Pengembangan bandara di Paris

Perusahaan ini didirikan dengan nama L’aéroport de Paris pada tahun 1945. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai mengoperasikan terminal pertama di Bandara Orly, serta menyelesaikan rekonstruksi terhadap Bandara Paris–Le Bourget. Pada dekade 1950-an, jumlah penumpang yang melalui Bandara Orly mencapai 1 juta orang per tahun, sehingga melampaui jumlah penumpang yang melalui Bandara Le Bourget. Pada tahun 1953, Bandara Le Bourget meluncurkan edisi pertama dari Paris Air Show. Pada tahun 1976, Bandara Le Bourget beralih hanya melayani penerbangan jet pribadi.

Pada tahun 1957, perusahaan ini mulai mencari lahan untuk membangun bandara baru di Paris. Pada tahun 1966, perusahaan ini pun mulai membangun bandara baru tersebut. Pada bulan Maret 1974, perusahaan ini mulai mengoperasikan bandara baru tersebut dengan nama Bandara Charles de Gaulle.

Pada dekade 1980-an dan 1990-an, perusahaan ini membangun dua terminal baru di Bandara Charles de Gaulle. Pada tahun 1989, perusahaan ini mengubah namanya menjadi Aéroports de Paris. Pada tahun 1994, sebuah stasiun TGV dibuka di dalam Bandara Charles de Gaulle.

Privatisasi dan modernisasi bandara

Pada tahun 2005, perusahaan ini resmi melantai di bursa saham. Pada tahun 2008, perusahaan ini menjalin kemitraan strategis dengan Schiphol Group, di mana mereka saling membeli 8% saham.[4] Pada tahun 2008, Vinci juga membeli 3,3% saham perusahaan ini, dengan menyebut pengelolaan bandara sebagai "inti dari tujuan strategis kami".[5]

Pada tahun 2005, perusahaan ini mulai mengoperasikan Satelit 3 di Terminal 2E (Hall L). Pada tahun 2007, perusahaan ini mulai mengoperasikan CDGVAL di Bandara Paris-Charles de Gaulle. Pada tahun 2008, perusahaan ini mulai mengoperasikan Terminal 2G di Bandara Paris-Charles de Gaulle untuk melayani penerbangan internasional ke Eropa Timur.[6] Pada tahun 2012, disetujui rencana untuk menggabungkan terminal utara dan terminal selatan di Bandara Orly dengan membangun gedung seluas 80.000 meter persegi.[7]

Pada tahun 2012, perusahaan ini menjalin kerja sama dengan Air France untuk meningkatkan fasilitas dari bandara di Paris dan mengubah Bandara Paris-Charles de Gaulle menjadi bandara yang kompetitif untuk penumpang transit. Pada bulan Juli 2012, perusahaan ini pun mulai mengoperasikan Satelit 4 di Terminal 2E (Hall M) yang berkapasitas 7,8 juta orang per tahun. Satelit tersebut dilengkapi dengan toko, restoran, museum, dan lounge milik Air France.[6] Pada bulan November 2014, perusahaan ini membuka kawasan mode mewah di Hall K Terminal 2E.[8]

Anak usaha dan pengembangan internasional

Pada dekade 1970-an, perusahaan ini mulai mengembangkan bandara di luar Prancis, dengan membangun Terminal 1 di Bandara Internasional Abu Dhabi, Terminal 1 di Bandara Internasional Shanghai Pudong, Bandara Internasional Mohammed V, Bandara Internasional Damascus, dan Bandara Internasional Arturo Merino Benítez. Melalui keterlibatannya dalam pengembangan bandara tersebut, perusahaan ini pun memegang saham dari bandara tersebut. Perusahaan ini kemudian mendirikan ADP Management pada tahun 1991 untuk mengelola saham-saham tersebut.

Pada tahun 2000, perusahaan ini juga mendirikan ADP Ingénierie guna menyediakan layanan rekayasa untuk proyek pengembangan bandara. Pada tahun 2012, ADP Management meningkatkan kepemilikan sahamnya di TAV Airports Holding menjadi 46%. ADP Management juga mengakuisisi 49% saham TAV Construction.

Pada tahun 2003, bersama Aelia (anak usaha Lagardère Services), perusahaan ini mendirikan Société de Distribution Aéroportuaire (SDA) untuk mengelola penjualan alkohol, tembakau, kosmetik, dan makanan di bandara. Pada tahun 2011, perusahaan yang mengelola kawasan bebas bea di bandara milik perusahaan ini di Paris digabung dengan SDA.[9] Pada tahun 2011, bersama Lagardère Travel Retail, perusahaan ini juga mendirikan Relay@ADP untuk mengelola toko buku dan toko cendera mata di bandaranya di Paris.[10]

Pada tahun 2001, perusahaan ini mendirikan ADP Telecom untuk berbisnis di bidang telekomunikasi. Setahun kemudian, nama dari ADP Telecom diubah menjadi Hub Telecom. Pada tahun 2006, Hub Telecom ikut mendirikan Bolloré Telecom.[11] Pada tahun 2012, nama dari Hub Telecom diubah menjadi Hub One. Pada tahun 2016, Hub One mulai menyediakan Wi-Fi gratis di bandara milik perusahaan ini di Paris.[12]

Pada tahun 2011, bersama JCDecaux, perusahaan ini mendirikan JCDecaux Airport Paris untuk menangani sistem iklan interaktif di bandaranya di Paris.[13] Pada bulan November 2016, perusahaan ini menggelar pameran foto bersama Dominique Issermann yang dipamerkan di seantero bandara melalui sistem milik JC Decaux Airport Paris.[14]

Pada tahun 2015, bersama Select Service Partner, perusahaan ini mendirikan Epigo untuk mengelola restoran makanan cepat saji di Bandara Charles de Gaulle.[15]

Perubahan nama Groupe ADP/Paris Aéroport

Pada bulan November 2015, CEO dari perusahaan ini, Augustin de Romanet, mengumumkan program strategis Connect 2020, yang antara lain meliputi:[16]

  • Bandaranya di Paris (Orly, Le Bourget, dan Charles de Gaulle) akan digabung ke dalam merek Paris Aéroport.
  • Semua bandara lain akan digabung ke dalam merek Groupe ADP.
  • Penyatuan terminal selatan dan terminal barat di Bandara Orly.
  • Penggabungan terminal di Satelit 1 Bandara Charles de Gaulle, serta Terminal 2B dan Terminal 2D.
  • Pembangunan sistem penanganan bagasi otomatis di Hall L Terminal 2E Bandara Paris-Charles de Gaulle.
  • Pembangunan jalur rel CDG Express dari Paris ke Bandara Charles de Gaulle.[17]

Aktivitas

Paris Aéroport

Pasca pengumuman program Connect 2020, merek Paris Aéroport diterapkan di bandara milik perusahaan ini di Paris (Charles de Gaulle, Orly, dan Le Bourget).[16] Paris Aéroport lalu memilih Paris vous aime (Paris mencintaimu) sebagai tagline.[18]

ADP Ingénierie

Bandara yang dikembangkan oleh ADP Ingénierie antara lain:

ADP International

Aset yang dimiliki oleh ADP International (sebelumnya bernama ADP Management) meliputi:

Referensi

  1. 1 2 3 "Financial Release - 2019 Full Year Results" (PDF). parisaeroport.fr (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 Maret 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Consolidated Accounts - 2019 Full Year Results" (PDF). parisaeroport.fr (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 Maret 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Groupe ADP in brief". Parisaeroport.fr. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Lolke van der Heide (21 Oktober 2008). "Paris and Amsterdam Airports to Increase Cooperation". Spiegel.de. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Vinci buys stake in Aéroports de Paris". The New York Times. 2 Januari 2008. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Nicola Clark (29 Maret 2012). "Charles de Gaulle Airport Hopes to Win Traffic With Smiles and Shorter Lines". The New York Times. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Julien Chadeyron (25 Juni 2012). "The new face of Orly airport in 2018!". Mister10.com. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Rebecca Mann (21 November 2014). "Aéroports de Paris unveils luxury fashion area at Paris Charles de Gaulle". Moodiedavittreport.com. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Doug Newhouse (12 April 2011). "ADP and Aelia hope to merge DFP with SDA". Trbusiness.com. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Aéroports de Paris: Growth in results in 2011". Atn.aero. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "History". Hubone.fr. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Mei 2017. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Claude Soula (19 Juli 2016). "Comment Roissy et Orly sont passés au wifi illimité". Nouvelobs.com (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Aéroports de Paris and JCDecaux create a joint venture: Média Aéroports de Paris". Jcdecaux.com. 3 Juli 2011. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Noha Popat (3 November 2016). "Paris Charles de Gaulle becomes "forum for culture" with launch of Dominique Issermann photo exhibition". Moodiedavittreport.com. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Martin Moodie (1 Agustus 2016). "Aéroports de Paris unveils ambitious retail 're-dynamisation plan' after -8.3% first-half slump in sales per passenger". Moodiedavittreport.com. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. 1 2 Charlotte Turner (19 April 2016). "ADP reveals rebrand and opens Orly South Pier". Trbusiness.com. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Caitlin Moscatelo (28 Desember 2016). "New Express Train from Paris to Charles de Gaulle Airport Has Been Approved". Cntraveler.com. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Leslie Lang (13 Mei 2016). "Airport Branding: A Logo's Worth a Thousand Words". Apex.aero. Diakses tanggal 1 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ "SMC partners with international firms to build Bulacan airport". CNN Philippines. 13 Agustus 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Agustus 2019. Diakses tanggal 18 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Groupe ADP acquires 49% stake in GMR Airports with revised conditions". itln.in. 2020-07-08. Diakses tanggal 2020-07-08.
  21. ↑ "GMR Infrastructure Limited announces Strategic Partnership with Groupe ADP for Airports Business" (PDF). GMR Airports. Diakses tanggal 23 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

20
arondisemen
di Paris
Lambang Paris
Lambang Paris
17 18 19
  8 9 10 11 20
16 2 3
1 4 12
Sungai Seine
  7 6 5 13
15 14
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan