Kamis, 24 September 2026
07:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Gregory Nagy

Gregory Nagy

250px-Gregory_Nagy_in_front_of_Acropolis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adalah seorang Profesor klasika asal Amerika Serikat di Universitas Harvard, dengan spesialisasi dalam sajak Yunani arkais dan homerus. Nagih dikenal karena memperluas teori Wild Wilman pari dan Albert Lord mengenai komposisi lisan Ilat dan Ode sia sejak tahun 2000 dia menjadi direktur center of helenix studies di sebuah sekolah di Washington DC

Gregory Nagy (bahasa Hungaria: Nagy Gergely) diucapkan /nadj;/), lahir di Budapest Hungaria pada 1942,[1] adalah seorang profesor Klasika asal Amerika Serikat di Universitas Harvard, dengan spesialisasi dalam sajak Yunani arkais dan Homeros. Nagy dikenal dikenal karena memperluas teori Milman Parry dan Albert Lord mengenai komposisi lisan Iliad dan Odisseia. Sejak tahun 2000, dia menjadi direktur Center for Hellenic Studies, sebuah sekolah Harvard di Washington DC. Dia adalah Profesor Francis Jones untuk Sastra Yunani Klasik dan Profesor Sastra Perbandingan di Harvard, serta masih mengajar paruh waktu di kampus Harvard di Cambridge, Massachusetts. Dari tahun 1994 sampai 2000, dia bertugas di Departemen Klasika Universitas Harvard.

Catatan kaki

  1. "Dr. Gregory Nagy - uvm.edu". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-02-20. Diakses tanggal 2011-05-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan