Senin, 28 September 2026
21:32 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Pemangsaan biji

Pemangsaan biji

250px-Aardbei_muizenschade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stroberi yang rusak karena biji-bijinya dimakan tikus.

Pemangsaan benih atau granivori adalah sejenis interaksi hewan-tumbuhan yang mana granivor (predator benih) memakan biji-bijian tumbuhan sebagai sumber makanan eksklusif atau utama mereka,[1] yang, pada beberapa kasus, menyebabkan biji-bijian tersebut rusak. Granivor dapat ditemuka pada banyak famili vertebrata (terkhususnya mamalia dan burung) dan invertebrata (terkhususnya serangga);[2] oleh karena itu, pemangsaan biji dapat ditemukan pada semua ekosistem daratan. Pemangsaat biji dapat terbagi menjadi dua kategori, yaitu predasi pra-penyebaran yang memengaruhi kesehatan tumbuhan parental dan pasca-penyebaran, yang memengaruhi anakan yang disebar (biji). Memitigasi pemangsaan kedua jenis dapat melibatkan banyak strategi. Untuk menangkal pemangsaan biji, beberapa tumbuhan telah mengembangkan perlindungan-perlindungan fisik (seperti bentuk dan kekerasan lapisan luar biji) dan kimiawi (metabolit sekunder seperti tanin dan alkaloid). Namun, sebagai respons dari hal ini, predator biji juga telah beradaptasi untuk menangkal perlindungan ini (seperti kemampuan untuk menetralkan racun pada benih). Oleh karena itu, banyak contoh menarik koevolusi muncul dari hubungan ini.

Referensi

  1. ↑ Hulme, P.E. and Benkman, C.W. (2002) "Granivory", pp. 132–154 in Plant animal Interactions: An Evolutionary Approach, ed. C.M. Herrera and O. Pellmyr. Oxford: Blackwell. ISBN978-0-632-05267-7.
  2. ↑ Janzen, D H (1971). "Seed Predation by Animals". Annual Review of Ecology and Systematics. 2: 465–492. doi:10.1146/annurev.es.02.110171.002341.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan