Sabtu, 10 Oktober 2026
01:38 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Grand Inna Medan

Grand Inna Medan

hotel di Indonesia

Bagikan:
Grand Inna Medan
250px-Grand_Inna_Medan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Dharma_Deli_Hotel%2C_Medan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Grand_Inna_Medan&revid=29826401&groups=_d21a7e181229bf05ee3aca24b7d89f2838e48453&parser=parsoid
Peta interaktif area Grand Inna Medan
Nama sebelumnyaHotel de Boer
Informasi umum
LokasiSumatera Utara, Indonesia
AlamatJl. Balai Kota No.2, Kesawan, Medan Petisah, Medan
NegaraIndonesia
Koordinat3°35′29″N 98°40′35″E / 3.59143°N 98.67645°E / 3.59143; 98.67645
Dibuka1898
PemilikPT Hotel Indonesia Natour
Situs web
hig.id/hotels/grand-inna-medan
 

Grand Inna Medan adalah sebuah hotel bergaya kolonial yang terletak di Jalan Balai Kota, Medan Petisah, Medan, Indonesia. Hotel ini dibangun pada tahun 1898 oleh pengusaha Belanda bernama Aeint Herman de Boer, sehingga dikenal sebagai Hotel de Boer.[1][2] Pada zaman kolonial, hotel ini pernah dihuni oleh tamu-tamu kehormatan pemerintah Belanda dan artis-artis Barat yang terkenal, di antaranya Raja Léopold II dari Belgia dan Mata Hari, mata-mata yang terkenal.

Hotel ini terletak di seberang Kantor Pos Medan dan Lapangan Merdeka. Di sebelah gedung ini terdapat gedung Bank Indonesia dan Balai Kota Medan yang juga bergaya kolonial.

Sejarah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Nienhuys-fontein_en_Hotel_De_Boer_TMnr_10017564.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hotel De Boer pada tahun 1936
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Hotel_De_Boer_en_het_post-_en_telegraafkantoor_TMnr_10015249.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hotel De Boer dan kantor pos

De Boer lahir di Workum, Belanda dan pindah ke Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Awalnya dia menetap di Surabaya dan menjadi salah satu pemilik restoran di sana. Dia lalu pindah ke Medan dan memulai usaha baru. Tahun 1898 de Boer membangun Hotel De Boer yang terdiri dari restoran, bar, dan tujuh kamar. Tahun 1909 ia menambahkan lagi 40 kamar. Lalu pada 1930, Hotel De Boer kembali diperluas dengan menambahkan 120 kamar dan sebuah aula besar.

Pada 14 Desember 1957, dalam rangka nasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda, Hotel De Boer diambil alih pemerintah Indonesia. Pada tahun 1965, di area Hotel De Boer didirikan Hotel Wisma Deli yang fungsinya semacam mes dengan restoran dan bar. Tiga tahun kemudian, Wisma Deli diperluas dengan menambahkan tiga kamar sehingga total menjadi 15 kamar. Kemudian pada tahun 1970, didirikan sebuah bangunan bertingkat empat dengan 24 kamar. Lima tahun kemudian kembali dilakukan perluasan dengan pembangunan gedung bertingkat dua dengan jumlah kamar sebanyak 10 unit sehingga tersedia 49 kamar. Hotel Inna Darma Deli secara keseluruhan terdiri dari tiga bagian: sebuah gedung bertingkat delapan, eks Hotel De Boer (dua tingkat) dan Garden Wing (eks Wisma Deli).

Referensi

  1. ↑ Loderichs 1997, hlm. 16, 105.
  2. ↑ Leushuis 2011, hlm. 55.

Daftar pustaka

  • Leushuis, Emile (2011). Gids historische stadswandelingen Indonesië [Guide historic city tours Indonesia] (dalam bahasa Bahasa Belanda). Amsterdam: KIT Publishers. ISBN 9789460221620. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-07. Diakses tanggal 2016-09-05.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Loderichs, M.A. (November 1997). Medan - Beeld van een stad [Medan - Pictures of a city] (dalam bahasa Bahasa Belanda). Purmerend: Asia Maior. ISBN 9074861105.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hotel De Boer.
120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan