Jumat, 30 Oktober 2026
05:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Graffito Esmet-Akhom

Graffito Esmet-Akhom

Bagikan:

Graffito Esmet-Akhom (atau Philae 436) adalah prasasti yang terakhir yang bertuliskan hieroglif Mesir yang ditemukan, tertanggal 394 M. Tulisan pada prasasti ini terdapat di dalam kuil Isis di Philae, Mesir Selatan.[1]

Di prasasti tersebut terdapat gambar dewa Mandulis Nubia yang mengenakan mahkota khasnya. Selain teks hieroglif, ada juga tulisan demotik, yang tertanggal pada "hari Kelahiran Osiris, festival pengabdiannya (?), Tahun 110 zaman Dioklet, untuk kalender modern sama dengan tanggal 24 Agustus 394. Pada saat itu, Mesir Romawi sebagian besar adalah Kristen, dan Mesir saat itu merupakan keuskupan terpisah dalam Prefektur praetoria Timur.

Tulisan hieroglif yang ada di prasasti tersebut:

Graffito of Esmet-Akhom (hieroglyphs in one line)
Graffito of Esmet-Akhom (hieroglyphs put in one line)

Diterjemahkan:

m-bꜣḥ Mꜣ-w-r sꜣ Ḥr m-ʿ=f Ist-mḍ-iḫm s* r'Ist1-md ḫm-nṯr

Artinya:

"Di hadapan Mandulis putra Horus, oleh tangan Esmet-Akhom, putra Esmet, Imam Kedua Isis, untuk selama-lamanya. Kata-kata yang diucapkan oleh Mandulis, Dewa Abaton, dewa besar".[2]

Untuk yang demotik berbunyi:

"Aku, Nesmeterakhem, ahli Rumah Tulisan (?) dari Isis, putra Nesmeterpanakhet, Imam Kedua Isis, dan ibunya Eseweret, aku melakukan pekerjaan pada sosok Mandulis ini sepanjang masa, karena ia bersikap adil terhadap saya. Hari ini, Ulang Tahun Osiris, pesta pengabdiannya, tahun 110 [pemerintahan Diokletianus]".[2]

Referensi

  1. ↑ "THE ANCIENT EGYPTIAN LANGUAGE: NOT JUST HIEROGLYPHS". American Research Center in Egypt Orange County. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-24. Diakses tanggal 2015-04-26.
  2. 1 2 Parkinson, Richard (1999). Cracking Codes: The Rosetta Stone and Decipherment. Contributions by Whitfield Diffie, Mary Fischer, and R. S. Simpson. British Museum Press. hlm. 178. ISBN 978-0-7141-1916-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan